Milenianews.com – Memiliki dana darurat karena rutin menabung adalah salah satu langkah finansial paling penting untuk menjaga stabilitas hidup. Dana darurat berfungsi sebagai jaring pengaman keuangan ketika terjadi situasi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya medis mendesak, atau kebutuhan mendesak lainnya.
Agar hidup terasa lebih tenang, membangun dana darurat perlu strategi yang tepat. Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda menabung untuk dana darurat.
Langkah-langkah membangun dana darurat
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menabung dana darurat.
1. Tentukan Target Dana Darurat
Langkah pertama adalah menentukan berapa besar dana darurat yang Anda butuhkan. Umumnya, para ahli keuangan merekomendasikan memiliki dana darurat sebesar tiga hingga enam bulan pengeluaran bulanan. Jika pengeluaran bulanan Anda Rp5 juta, maka target dana darurat Anda berkisar antara Rp15 juta hingga Rp30 juta.
Baca juga:Mau Nabung Tapi Takut Riba? Ini Dia Solusi Menabung Bebas Riba
2. Buat Anggaran Khusus
Melansir dari laman Investopedia, menciptakan anggaran khusus untuk dana darurat sangat penting. Sisihkan sebagian pendapatan Anda setiap bulan secara konsisten, misalnya 10–20 persen dari gaji. Letakkan alokasi dana ini di bagian teratas anggaran, sehingga tidak digunakan untuk kebutuhan lain.
3. Manfaatkan Rekening Khusus
Agar lebih disiplin, gunakan rekening terpisah untuk menyimpan dana darurat. Melansir dari Financial Express, menyimpan dana darurat di rekening tabungan khusus akan membantu menghindari godaan untuk menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari atau keperluan impulsif.
4. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Penting
Evaluasi pengeluaran bulanan Anda dan cari area di mana Anda bisa menghemat. Misalnya, kurangi frekuensi makan di luar, batasi langganan streaming yang tidak digunakan, atau kurangi belanja barang-barang yang tidak esensial. Penghematan ini bisa langsung dialokasikan ke dana darurat.
5. Gunakan Bonus atau Penghasilan Tambahan
Ketika Anda menerima bonus kerja, THR, atau penghasilan tambahan dari proyek sampingan, gunakan sebagian besar atau seluruhnya untuk mengisi dana darurat. Melansir dari NerdWallet, strategi ini memungkinkan Anda mencapai target dana darurat lebih cepat tanpa harus mengurangi pengeluaran rutin secara signifikan.
6. Otomatisasi Tabungan
Manfaatkan fitur auto-debit yang disediakan oleh bank untuk memindahkan dana ke rekening tabungan khusus setiap bulan. Dengan cara ini, Anda tidak perlu repot mengingat untuk menyisihkan uang secara manual.
7. Pilih Instrumen Simpanan yang Tepat
Dana darurat harus mudah diakses kapan saja, namun tetap memberikan imbal hasil yang optimal. Pilihan instrumen seperti tabungan reguler, deposito berjangka dengan tenor pendek, atau rekening tabungan dengan bunga tinggi adalah pilihan yang ideal.
Baca juga: 5 Cara Mengatur Keuangan Bagi Kamu yang Tidak Berpenghasilan Tetap
8. Pantau dan Evaluasi Secara Berkala
Setiap beberapa bulan, evaluasi perkembangan tabungan dana darurat Anda. Jika Anda menerima kenaikan gaji atau perubahan pengeluaran, sesuaikan target dan alokasi dana darurat Anda. Pastikan strategi Anda selalu relevan dengan kondisi keuangan terkini.
Menabung dana darurat membutuhkan disiplin dan perencanaan. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, kestabilan keuangan lebih terjamin, serta ketenangan hidup lebih mudah dicapai.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.