Sering Overthinking? Coba 5 Cara Orang Jepang Menenangkan Pikiran

Milenianews.com – Overthinking atau terlalu banyak berpikir dapat menguras energi mental dan membuat hidup terasa penuh kecemasan. Banyak orang mencari cara untuk meredakan pikiran yang tidak kunjung berhenti.

Jepang, yang terkenal dengan budaya disiplin dan keseimbangan hidupnya, punya beberapa teknik sederhana namun efektif untuk membantu meredakan overthinking dan menciptakan ketenangan batin.
Berikut ini adalah beberapa teknik yang dipelajari dari pendekatan hidup orang Jepang dan didukung oleh survei serta studi dari sumber kesehatan mental internasional.

Baca juga: Bye-Bye Overthinking! Cara Simple Biar Pikiran Lebih Chill dan Nggak Drama

1. Shinrin-Yoku (Forest Bathing)

Shinrin-yoku adalah praktik berjalan pelan di hutan sambil menghayati suasana alam. Tidak perlu meditasi formal, cukup rasakan aroma pepohonan, suara alam, dan napas tenang.

Melansir dari Japan’s Ministry of the Environment dan National Institutes of Health (NIH), kegiatan ini menunjukkan efek positif terhadap pengurangan stres, menurunkan hormon kortisol, dan merilekskan pikiran yang cenderung overthinking.

2. Kaizen (Perubahan Kecil yang Konsisten)

Kaizen berarti “perbaikan berkelanjutan”. Alih-alih mencoba perubahan besar sekaligus, Kaizen mendorong perbaikan kecil yang konsisten, seperti menata ruang kerja 5 menit per hari atau menambah waktu jalan kaki tiap minggu.

Melansir dari Harvard Business Review, pendekatan ini tidak hanya membantu produktivitas, tetapi juga mengurangi tekanan mental yang sering muncul dari perfeksionisme dan overthinking.

3. Ikigai (Tujuan Hidup yang Membawa Makna)

Ikigai adalah konsep menemukan alasan hidup yang bermakna melalui kombinasi apa yang kamu cintai, apa yang kamu kuasai, apa yang dibutuhkan dunia, dan apa yang bisa kamu dibayar. Memiliki ikigai memberi arah dan membuat pikiran lebih fokus, sehingga mengurangi kebiasaan memikirkan hal-hal yang tak perlu.

Melansir dari Journal of Positive Psychology, memiliki tujuan hidup yang jelas berkorelasi dengan kesejahteraan mental yang lebih tinggi.

4. Wabi-Sabi (Menerima Ketidaksempurnaan)

Wabi-sabi adalah filosofi estetika Jepang yang mengajarkan untuk menerima ketidaksempurnaan dan kefanaan. Overthinking sering muncul dari keinginan untuk sempurna.

Melansir dari The Philosophical Salon, menerima keadaan yang tidak sempurna bisa membantu pikiran menjadi lebih tenang dan tidak terjebak dalam siklus analisis berlebihan.

Baca juga: Overthinking di Media Sosial: Tekanan Digital, Perbandingan Sosial, dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental Generasi Modern

5.Tea Ceremony (Upacara Minum Teh)

Upacara minum teh Jepang bukan sekadar minum teh, tetapi praktik mindfulness yang penuh ritual, kesadaran, dan fokus pada momen saat itu. Melansir dari National University of Singapore dan Journal of Alternative and Complementary Medicine, ritual yang penuh kesadaran ini dapat menurunkan kecemasan serta membantu menenangkan pikiran yang sering terlalu berpikir.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *