Milenianews.com – Norwegia adalah negara kerajaan di Eropa Utara yang merupakan bagian dari kawasan Nordik, terletak di bagian barat Semenanjung Skandinavia. Negara ini dikenal memiliki keindahan alam paling menarik di dunia—kombinasi hutan, gunung, dan sungai yang dramatis.
Norwegia termasuk negara kaya; rata-rata biaya pendidikan dan kesehatan ditanggung negara. Negara ini juga menempati peringkat teratas dalam indeks kebahagiaan dunia, mengalahkan negara Eropa Barat lain seperti Jerman, Belanda, dan Prancis. Indeks kebahagiaan yang tinggi menunjukkan kualitas hidup yang baik dengan tingkat kejahatan yang rendah, menjadikan Norwegia tempat yang aman, nyaman, dan menarik untuk dikunjungi.
Oslo adalah kota yang tertib dan tenang. Kota ini menyambut pengunjung pertama kali—seperti saya—bukan dengan kemegahan dan hiruk-pikuk. Inilah ibu kota dan pusat pemerintahan Norwegia. Seperti di banyak negara, Oslo memiliki jumlah penduduk terbanyak serta menjadi pusat kegiatan ekonomi, politik, perdagangan, dan budaya.
Baca juga: Jayapura dari Udara hingga Meja Makan: Teluk, Jembatan Merah, dan Papeda Hangat
Dari berbagai bacaan, kota ini dikenal sebagai salah satu kota paling peduli lingkungan, berhasil memadukan kehidupan metropolitan dengan budaya modern. Karena itu, sebagai tujuan wisata, Oslo memiliki diferensiasi dibanding kota besar Eropa lainnya: daya tariknya bukan pada kemegahan atau hingar-bingar budaya pop, melainkan pada keseimbangan kehidupan kota yang tertib, serta keberadaan danau dan hutan yang menjadi bagian dari keseharian.
Tram, urat nadi jelajah kota

Transportasi pusat kota Oslo yang cocok bagi pengunjung pertama adalah tram. Moda ini melayani perjalanan jarak pendek dan menengah, misalnya untuk menjelajah pusat kota. Tram adalah sistem transportasi listrik yang berjalan di atas rel mengikuti jalan umum kota, menjadi urat nadi mobilitas Oslo yang menghubungkan permukiman, perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga pusat budaya dan pemerintahan.
Halte tram tersedia dengan jarak relatif dekat dan di pusat kota terhubung dengan moda lain seperti bus dan kereta metro. Tram beroperasi tertib dan stabil, tepat waktu, ramah lansia dan wisatawan, dengan informasi berbahasa Inggris serta sistem tiket terusan.
Sebagai wisatawan, saya menggunakan tram untuk memahami denyut dan ritme kota. Seperti di kota lain, saya menjadikan stasiun sentral sebagai titik berangkat karena hampir semua jalur tram melewatinya. Tram berukuran besar, mirip kereta LRT di Jakarta. Kursinya bersih, pintunya ramah lansia, dan interiornya terasa segar berkat cahaya alami dari jendela berukuran besar yang juga memungkinkan penumpang menikmati suasana kota.
Suasana di dalam tram terasa sangat Nordik: tertib, hening—agak asing bagi saya yang terbiasa dengan KRL dan MRT Jakarta. Perjalanan terasa nyaman bersama pelajar, karyawan, kereta bayi, dan orang lanjut usia yang bepergian sendiri. Stiker di dinding memberikan informasi perjalanan lengkap, sementara layar digital menampilkan stasiun berikutnya, memudahkan pengunjung.
Tram bergerak dari stasiun sentral menyusuri kawasan Karl Johans gate, melewati lapangan, taman, gedung, dan kafe. Saya sengaja duduk di sisi jendela; dari balik kaca terlihat detail-detail kecil kota: patung taman, gedung tanpa pagar, museum, kafe, dan perkantoran. Sebagian bangunan menampilkan arsitektur Skandinavia yang dikenal sederhana dan fungsional, berbeda dengan gaya Prancis atau Belanda.
Bangunan modern didominasi warna terang dan netral, minimalis, fungsional, serta menjadikan alam sebagai bagian dari arsitektur—bukan sekadar ornamen. Bangunan dari abad pertengahan juga masih berdiri, seperti gereja, benteng, dan gedung pemerintahan, dibangun dari batu alam berwarna natural, mengandalkan kekuatan struktur untuk ketahanan terhadap cuaca dingin. Bukaan kecil dan simetris menegaskan fungsi, bukan kemegahan dekoratif.
Sore dengan kopi dan sushi

Saya berada di Oslo, Norwegia, di dalam kereta metro menuju pusat kota. Metro di Oslo disebut T-bane, yaitu kereta komuter yang menjadi transportasi andalan penduduk dari pinggiran menuju pusat kota. T-bane dapat dianggap sebagai nadi transportasi bawah tanah dan permukaan, sistem modern yang membantu masyarakat bergerak cepat dan efisien.
Keretanya tampak modern, berwarna putih perak. Dari jendela, samar dalam cahaya sore yang menuju gelap, terlihat pemandangan hijau, rumah-rumah kayu, dan danau silih berganti. Mendekati pusat kota, kereta masuk ke dalam tanah, tetap melaju hening.
Sekitar 20 menit kemudian, kereta melambat dan tiba tepat waktu di stasiun sentral Oslo, Sentralstasjon. Turun dari kereta, saya masuk ke ruang utama stasiun yang masih berada di dalam bangunan. Lampu interior dan toko-toko memancarkan cahaya kuning-putih yang hangat, kontras dengan cahaya luar yang dingin dan redup.
Dari balik kaca besar stasiun terlihat orang-orang melangkah dengan sepatu bot, jaket panjang, dan syal melilit leher. Saat pintu otomatis terbuka, udara dingin menyapu wajah. Beberapa penumpang memegang segelas kopi panas, sebagian lain melangkah cepat—mungkin mengejar kereta lanjutan, mungkin ingin segera berkumpul dengan keluarga.
Sore yang gelap memerlukan kudapan hangat dan minuman sebelum berjalan-jalan di pusat kota. Ada deretan kios makanan; saya mampir ke kedai sushi yang tampak modern namun tidak besar di lantai utama dekat pintu masuk. Cahaya di dalam kios dibuat lembut, tidak menyilaukan, cocok untuk melepas lelah. Terdapat tiga kursi yang menghadap ke sushi counter, dan saya duduk di kursi paling kanan.
Di etalase, beberapa sushi siap santap tersusun rapi, sementara sang koki sibuk menyiapkan pesanan. Saya memesan teh panas dan memilih lima sushi: dua salmon, satu tuna merah, dan dua tamago—sushi telur dadar. Tanpa menunggu lama, sushi dan teh panas tersaji, dipadu kecap asin dan wasabi, sangat pas untuk sore musim dingin di Oslo.
Pusat kota, kawasan Jernbanetorget

Melangkah keluar dari pintu utama stasiun yang lebar, langsung terasa atmosfer metropolitan Oslo. Dari balik kaca stasiun terlihat kemilau kota menjelang malam—hidup, rapi, dan tanpa kebisingan yang mengganggu. Banyak orang berjalan, tetapi tidak ada yang tergesa-gesa seperti di Amsterdam atau Paris. Khas kota Nordik: tenang dan tertib.
Berdasarkan informasi yang saya baca, area di hadapan saya adalah alun-alun kota Oslo, Jernbanetorget. Lampu jalan dan taman menerangi ruang terbuka yang lapang. Patung dan ornamen memperindah kawasan, dilengkapi bangku-bangku yang ramah pengunjung—langsung terasa nyaman berada di kota ini.
Saya berhenti sejenak, sedikit bingung hendak melangkah ke mana. Di sebelah kiri, pandangan terbuka mengarah ke area dengan kelap-kelip lampu; dari peta, kawasan itu menuju laut dengan pelabuhan di ujungnya. Di kejauhan terlihat siluet gedung Opera House, membentang lebar secara horizontal dan menonjol di antara bangunan sekitarnya.
Baca juga: Musim Dingin di Kopenhagen: Cerita Tentang Kota Tenang, Sepeda, dan Patung Little Mermaid
Saya memilih melangkah ke kanan karena tampak lebih ramai dan hidup. Beberapa gedung tinggi berdiri, meski tak ada yang bisa disebut pencakar langit—tidak lebih dari sekitar 50 lantai. Bangunan-bangunan itu tampaknya perkantoran, dengan area komersial di lantai bawah seperti pusat perbelanjaan atau pertokoan.
Saya terus berjalan menyusuri kawasan Karl Johans gate—downtown, pusat kota Oslo. Di area ini berkumpul bangunan yang memadukan budaya Oslo, fungsi pemerintahan, belanja, dan pariwisata. Jika ingin berbelanja ritel global, merek internasional, suvenir berkelas, hingga restoran ternama, semuanya tersedia di sini. Oslo sebagai negara Barat yang maju menghadirkan hampir semua merek global.
Lampu jalan menjadi penunjuk arah langkah saya, sekadar agar tetap berada di jalur utama, karena saya berjalan tanpa tujuan khusus—hanya ingin mengenal Oslo lebih jauh. Melewati museum kecil, restoran, dan kafe; seandainya saya terus melangkah, saya akan tiba di Istana Kerajaan. Namun saya memilih berhenti, masuk ke sebuah kafe, dan memesan minuman ringan.
Kontributor: Dr. Ir. Wahyu Saidi, MSc, seorang Entrepreneur, Peminat dan Penikmat Kuliner
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.








