Milenianews.com, Gunungkidul – Ulat jati masuk dalam kuliner musiman di daerang Gunungkidul, Yogyakarta. Di musim penghujan biasanya Ulat Jati dewasa turun dari pohon jati untuk membangun kepompongnya.
Di saat seperti ini biasanya banyak warga yang memanen ulat. Jika sudah menjadi kepompong, Ulat Jati namanya Ungkrung. Kandungan protein Ungkrung lebih besar dari pada saat masih menjadi Ulat.
Puncak musim ulat ini sekitar akhir Desember sampai Januari. Harga perkilo nya pun lumayan mahal hingga mencapai 80 ribu rupiah.
Ulat jati dan Ungkrung ini paling banyak ada di daerah Wonosari, Gunungkidul, karena memang di daerah itu masih cukup banyak kebon jati ataupun hutan jati.
Baca Juga : Seblak Jahanam, Seberapa Besar Nyalimu Untuk Melahapnya
Tumis Ungkrung Lombok Ijo
Foto : Tumis Ungkrung Lombok Ijo
Tumis Ungkrung lombok ijo ini bisa dikonsumsi sebagai lauk nasi tiwul. Cara membuatnya pun sangat mudah.
Cuci bersih terlebih dahulu Ungkrung. Kemudian siapkan bawang merah, bawang putih, gula merah, garam, cabe hijau, daun salam, lengkuas dan penyedap rasa.
Kemudian haluskan semua bumbu lalu tumis beri sedikit air masukkan Ungkrung. Tambahkan sedikit minyak, aduk-aduk tunggu sampai empuk. Setelah matang siap untuk dihidangkan.
Baca Juga : 7 Kuliner untuk Menyambut Imlek yang Datangkan Keberuntungan di Tahun Tikus Logam
Ulat Jati Goreng
Foto : Ulat Jati Goreng
Cara buatnya cukup mudah. Cuci berulang Ulat Jati untuk menghilangkan getah dan air liurnya. Cuci hingga air cuciannya bersih dan bening.
Kemudian rebus Ulat hingga matang dan tiriskan. Siapkan bawang putih geprek dan garam, tumbuk halus ketumbar kemudian tumis. Masukkan Ulat, aduk-aduk hingga matang.
Ulat Jati goreng ini memiliki aroma khas daun jati. Setelah digoreng dengan bumbu Ulat Jati siap disantap dengan nasi putih hangat. (Ummi)