Milenianews.com, Jakarta – Aroma mentega yang baru keluar dari oven memenuhi sudut toko. Beberapa wisatawan sibuk memilih kotak-kotak kue yang berjajar rapi di etalase. Di luar, kendaraan terus berdatangan silih berganti. Ada yang baru memulai liburan, ada pula yang bersiap pulang sambil membawa tas belanja yang tampak lebih penuh daripada saat mereka datang.
Pemandangan seperti itu selalu hadir saat musim liburan di Bandung. Kota yang terkenal dengan udara sejuk, kuliner lezat, dan deretan tempat wisatanya ini seolah memiliki satu tradisi yang sulit dilewatkan. Sebelum kembali ke kota asal, banyak orang menyempatkan diri berburu oleh-oleh untuk keluarga, teman, atau rekan kerja.
Bagi sebagian wisatawan, memilih oleh-oleh bahkan menjadi agenda yang sama pentingnya dengan mengunjungi tempat wisata. Mereka rela mengantre demi mendapatkan makanan yang sedang populer atau berkeliling ke beberapa toko hanya untuk menemukan camilan favorit keluarga.
Lalu, oleh-oleh apa saja yang wajib masuk ke dalam tas sebelum meninggalkan Kota Kembang?
Baca juga: Bika Bogor, Inovasi Oleh-Oleh Lokal dari Talas dan Ubi
Kartika Sari, Primadona yang Tak Pernah Sepi
Nama Kartika Sari hampir selalu muncul ketika orang membicarakan oleh-oleh khas Bandung. Toko ini sudah menjadi tujuan wisata kuliner selama puluhan tahun.
“Kalau ke Bandung, saya selalu mampir ke sini. Orang rumah sudah nitip dari jauh-jauh hari,” ujar Rina, wisatawan asal Jakarta, sambil membawa beberapa kotak kue ke kasir.
Produk yang paling banyak dicari tentu saja pisang bolen. Perpaduan kulit pastry yang renyah dengan isian pisang dan keju atau cokelat berhasil menciptakan cita rasa yang sulit ditolak. Selain bolen, toko ini juga menawarkan brownies, pastry, hingga aneka roti yang cocok menjadi buah tangan.
Brownies Kukus yang Tetap Menjadi Favorit
Bandung juga memiliki brownies kukus yang sudah melekat sebagai ikon oleh-oleh. Teksturnya lembut, rasanya manis, dan tersedia dalam berbagai varian.
Wisatawan biasanya membeli beberapa kotak sekaligus karena makanan ini cukup praktis untuk dibawa bepergian. Banyak keluarga juga menjadikan brownies kukus sebagai suguhan saat berkumpul bersama kerabat setelah liburan.
“Anak-anak selalu minta brownies kalau saya pulang dari Bandung. Jadi saya hampir tidak pernah lupa membelinya,” kata Rina sambil tersenyum.
Peuyeum, Cita Rasa Tradisional yang Tetap Bertahan
Di tengah banyaknya makanan modern, peuyeum tetap mempertahankan tempatnya sebagai salah satu oleh-oleh khas Bandung.
Masyarakat mengolah singkong melalui proses fermentasi hingga menghasilkan rasa manis dengan aroma yang khas. Banyak wisatawan menikmati peuyeum secara langsung, sementara sebagian lainnya mengolahnya kembali menjadi berbagai makanan seperti colenak atau campuran kue.
Harga yang relatif terjangkau juga membuat peuyeum tetap menjadi pilihan banyak pengunjung.
Baca juga: Bandung Resmi Menjadi Kota Termacet di Indonesia, Jakarta Kalah!
Keripik Pedas yang Selalu Menggoda
Bagi pencinta camilan gurih, Bandung menawarkan berbagai pilihan keripik dengan tingkat kepedasan yang beragam.
Keripik singkong, keripik seblak kering, makaroni pedas, hingga basreng menjadi buruan wisatawan. Teksturnya yang renyah dan bumbunya yang kaya rasa membuat camilan ini cocok menemani perjalanan pulang.
Tidak sedikit wisatawan yang membeli dalam jumlah banyak karena camilan tersebut mudah dibagikan kepada teman dan rekan kerja.
Batagor Beku untuk Dinikmati di Rumah
Banyak orang mengenal batagor sebagai makanan yang paling sering dicari saat berada di Bandung. Kini, beberapa penjual juga menyediakan batagor dalam bentuk beku sehingga wisatawan dapat membawanya pulang.
Kemasan yang praktis membuat batagor tetap terjaga kualitasnya selama perjalanan. Sesampainya di rumah, pembeli hanya perlu menggoreng kembali sebelum menyajikannya bersama bumbu kacang.
Pilihan ini menjadi solusi bagi wisatawan yang ingin membawa cita rasa Bandung tanpa khawatir makanan cepat basi.
Baca juga: Tahu Tauhid, Oleh-Oleh Wajib Bagi Wisatawan Lembang
Jangan Lupa Siapkan Ruang di Dalam Tas
Berburu oleh-oleh memang selalu menghadirkan keseruan tersendiri. Banyak wisatawan datang dengan rencana membeli satu atau dua kotak makanan, tetapi akhirnya pulang membawa kantong belanja yang jauh lebih banyak.
“Awalnya saya cuma mau beli bolen. Ternyata lihat keripik, brownies, sama peuyeum jadi ikut dibawa juga,” ujar Rina sambil tertawa.
Oleh-oleh bukan sekadar makanan yang mengisi meja makan di rumah. Setiap kotak dan setiap bungkus membawa cerita tentang perjalanan, suasana kota yang sejuk, serta momen liburan yang ingin dibagikan kepada orang-orang terdekat.
Karena itu, sebelum meninggalkan Bandung, sempatkan waktu untuk berburu buah tangan. Siapkan ruang kosong di dalam tas, sebab godaan aneka kuliner khas Kota Kembang hampir selalu membuat siapa pun sulit pulang dengan tangan kosong.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













