Lakukan 9 Cara Ini, Untuk Mencegah Demam Berdarah (DBD)

Cara mencegah DBD

Milenianews.com – Musim hujan sudah tiba. Hati-hati terhadap penyakit yang bisa menyerang kita, terutama Demam Berdarah (DBD). Penyakit ini disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus dengue.

Jika terkena DBD, jangan sampai terlambat untuk melakukan pengobatan, karena bisa mengakibatkan komplikasi DBD yang berakibat fatal. Makanya, harus ada upaya pencegahan agar penyakit ini tidak semakin meluas, terutama kepada orang-orang di lingkungan sekitar tinggal.

Baca Juga : Corona Merebak, Penanganan DBD Teralihkan

Penanganan DBD oleh sendiri bisa dilakukan dengan melakukan pencagahan 3M yakni menguras, menutup, dan mengubur. Akan tetapi, tidak akan cukup jika hanya melakukan 3 hal tersebut.

Tentu saja, untuk menghindari gigitan nyamuk Aedes Agypti, harus menciptakan lingkungan hidup yang bersih.

Berikut 11 cara mencegah Demam Berdarah (DBD) :

Kuras bak mandi seminggu sekali

bak mandi
Ilustrasi Bak mandi (Sumber : Pexel.com)

Nyamuk Aedes Aegypti, menjadikan genangan air sebagai tempat mereke berkembang biak. Mereka akan bertelur pada dinding bak yang terisi air. Larva nyamuk yang menetas dari telur kemudian akan mendapat makanan dari mikroorganisme di sekitarnya.

Dalam waktu 8-10 hari, larva nyamuk akan tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Menguras dan bersihkan bak mandi, menjadi langkah pencegahan DBD yang pertama. Lakukan secara rutin, agar bisa memutus rantai penyebaran DBD.

Bersihkan tempat atau wadah penampung air

Ilustrasi Wadah penampung air (Sumber : Pexel.com)

Selain bak mandi, tempat-tempat yang berpontensi bisa menampung air harus dibersihkan. Misalnya perabotan seperti baskom, kaleng, vas atau pot bunga, ember, yang bisa menjadi sarang nyamuk.

Biasakan untuk menguras wadah-wadah tersebut, setidaknya 2 minggu sekali untuk mencegah demam berdarah.

Memasang kasa nyamuk

Foto : Ilustrasi kelambu nyamuk.

Pencegahan selanjutnya yakni dengan menghalang nyamuk untuk masuk ke dalam rumah, atau ruangan kita. Kamu bisa memasang kasa pada setiap lubang ventilasi dan jendela rumah.

Bebas memilih dari bahan apa kasa tersebut dibuat, entah dari kawat, magnet, atau jaring-jaring rapat yang tipis namun kuat.

Pemasangan kelambu di kamar, juga bisa mencegah demam berdarah. Terlebih terhadap bayi, agar terlindungi dengan memasang kelambu tersebut.

Hindari menumpuk dan mengantung terlalu lama

Ilustrasi jemuran baju (Sumber : Pexel.com)

Yang suka menumpuk pakaian setelah kering, atau menggantungnya terlalu lama, jangan jadi kebiasaan lagi. Hal itu akan membuat kita mudah terserang DBD.

Membiarkan baju kotor menggantung di balik pintu, menjadi tempat favorit nyamuk untuk hinggap. Pasalnya, nyamuk sangat suka aroma tubuh manusia.

Jika Anda memang harus menyimpan kembali baju yang baru dipakai, lipat kemudian simpan pada tempat yang bersih dan tertutup.

Pakai losion anti nyamuk

Ilustrasi lotion anti nyamuk (Sumber : Pexel.com)

Memakai losion anti nyamuk saat hendak bepergian atau keluar rumah bisa melindungi dari gigitan nyamuk. Terutama oleskan losion pada bagian yang tidak terutup baju.

Jika biasa mengunakan sunscreen, bisa dahulukan dulu lalu selanjutnya balutan losion anti nyamuk. Prinsipnya, sering-sering mengoleskan krim berulang kali sepanjang hari di mana pun Anda berada.

Untuk memastikan Anda dan anggota keluarga lainnya tidak alergi dengan bahan-bahan obat nyamuk, tes dulu dengan menotolkan sedikit krim pada kulit punggung tangan sehari atau dua hari sebelum pemakaian. Hentikan pemakaian jika tidak cocok.

Memakai pakaian tertutup saat keluar rumah

Ilustrasi memakai pakaian tertutup saat keluar ruma h. (Sumber : Pexels.com)

Waktu yang rentan digigit nyamuk Aedes yakni saat pagi dan sore hari. Untuk pencegahan, selalu kenakanlah pakaian panjang yang menutupi kulit. Baik saat keluar rumah atau saat keluar rumah.

Agar pencegahan demam berdarah lebih efektif, semprotkan dulu obat permethrin pada sepatu, celana/rok, kaos kaki, dan pakaian. Permethrin adalah obat yang mampu melumpuhkan dan membunuh tungau, termasuk nyamuk, serta harus gunakan sesuai anjuran.

Lakukan fogging untuk cegah Demam Berdarah

Sumber Foto : Antarafoto

Penyemprotan Fogging, juga sangat penting, disamping penyemprotan obat nyamuk biasa atau bakar. Fogging menjadi cara pencegahan DBD secara massal dengan penyemprotan obat nyamuk yang mampu menjangkau area lebih luas.

Fogging biasa dilakukan saat masuk musim pancaroba, atau angka kasus DBD di suatu daerah meningkat.

Bersihkan tanaman liar yang tumbuh di halaman belakang

Ilustrasi membersihkan tanaman liar di pekarangan rumah. (Sumber : Pexels.com)

Pekarangan hijau dan penuh bunga memang membuat penampilan rumah makin cantik dan apik. Namun, Anda harus rajin-rajin merawatnya agar tidak malah jadi sarang nyamuk.

Rerumputan lebat dan kumpulan ilalang liar yang tidak terawat dapat menjadi sarang nyamuk tersembunyi.

Terlebih ketika di musim hujan, tidak semua airnya terserap ke dalam tanah. Kadang masih ada sisa-sisa genangan air yang bersembunyi di antara tanaman yang tumbuh liar. Nah, nyamuk akan bebas berkembang biak menelurkan ribuan jentiknya.

Babat rata dan rapikan perkarangan atau tanaman liar di sekitar rumah. Jangan lupa juga untuk menguras setiap pot dan tutup lubang-lubang genangan, ratakan dengan tanah.

Vaksin DBD dan jaga kesehatan

Ilustrasi vaksin. (Sumber : Pexels.com)

Jika masih takut akan risiko DBD, dapatkan vaksin dengue di klinik atau rumah sakit terdekat. Sebenarnya, tidak banyak yang tahu bahwa vaksin dengue sudah lama ada di Indonesia.

Vaksin dengue pun, juga sudah disetujui oleh BPOM RI. Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak antar pemberian dosis per 6 bulan.

Saat ini terdapat 10 negara di dunia yang telah menyetujui penggunaan vaksin dengue selain Indonesia, yaitu Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, Brazil, Puerto Rico, Meksiko, Honduras, dan Kolombia.

Langkah yang paling penting terakhir adalah menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang baik, akan menurunkan risiko terkena penyakit.

Baca Juga : 5 Hal Mencegah DBD

Terapkan hidup sehat, dengan banyak konsumsi berbagai jenis makanan yang sehat serta memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Aturlah menu makanan yang kaya akan vitamin dan mineral seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta daging. Berolahraga juga cara terbaik menjaga kesehatan tubuh guna mencegah DBD.

Respon (16)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *