Milenianews.com – Junk food adalah makanan instan atau makanan cepat saji yang kini telah berkembang pesat di persaingan perusahaan makanan di Indonesia. Makanan cepat saji dinilai sebagian orang, lebih efektif terhadap waktu dan mudah didapat. Tak hanya itu saja, makanan cepat saji juga memiliki cita rasa yang lezat dan harganya yang terjangkau.
Makanan cepat saji sudah lama mengundang kontroversi di negara kita. Karena, ada beberapa dampak buruk jika sering mengonsumsi junk food ini.
Baca juga : 4 Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan, Tertarik Coba?
Dampak buruk itu terjadi karena kandungan zat-zat berbahaya di dalam makanan instan seperti lilin yang ada pada mie instan. Tak berhenti disitu, pada makanan cepat saji pun terkandung bahan pengawet dan penyedap rasa yang disebut micin.
Fenomena kata micin kini sering kali digunakan oleh para remaja hingga dewasa, ketika seseorang mengalami hal-hal yang kurang normal. Maksud dari hal kurang normal itu seperti seseorang yang telat berfikir, lama menjawab bila diajak bicara dan lain sebagainya.
Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa keseringan mengonsumsi makanan cepat saji memang tidak berdampak secara langsung ke tubuh.
Namun, makanan-makanan cepat saji yang kita konsumsi akan tertimbun di dalam tubuh yang kemudian menjadi penyakit mematikan seperti kanker, stroke, usus buntu dan penyakit ginjal. Maka kurangilah mengonsumsi makanan cepat saji.
Baca juga : 5 Cemilan Sehat Buat Nemenin Kamu Belajar Ataupun Ngantor
Ayo sayangi tubuh serta diri sendiri. Perlu kita tahu bahwa salah satu kandungan di dalam makanan instan yaitu lilin, yang sulit dicerna oleh tubuh.
Lilin itu menghancurkan prinsip kerja sistem pencernaan tubuh, sehingga makanan yang mengandung lilin akan dicerna dengan waktu minimal dua hari.(Reporter3/RDO)
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.