Milenianews.com – Menetapkan ekspektasi untuk diri sendiri itu penting, tetapi jika berlebihan, justru bisa menjadi bumerang. Berfikir atau berangan-angan yang terlalu tinggi bisa menyebabkan perasaan gagal terus-menerus, stres, bahkan kehilangan motivasi. Jika kamu sering merasa terbebani oleh harapan yang kamu buat sendiri, bisa jadi kamu sedang terjebak dalam pemikiran yang tidak realistis.
Mengapa Ekspektasi yang Terlalu Tinggi Bisa Berbahaya?
Salah satu tanda yang paling jelas dari ekspektasi yang tidak realistis adalah sering merasa kecewa. Jika setiap pencapaian terasa kurang atau tidak cukup memuaskan, masalahnya mungkin bukan pada hasilnya, tetapi pada pemikiran yang terlalu tinggi. Daripada fokus pada apa yang belum tercapai, cobalah untuk mengapresiasi progres kecil yang sudah dibuat.
Baca juga: Dampak Psikologis Media Sosial: Ancaman bagi Kesehatan Mental Pengguna
Selain itu, kamu mungkin juga sering menyalahkan diri sendiri saat sesuatu tidak berjalan sesuai rencana. Menurut KlikDokter, kebiasaan ini bisa membuat seseorang merasa tidak berdaya dan sulit melihat situasi secara lebih objektif. Jika terus-menerus menyalahkan diri sendiri, lama-kelamaan rasa percaya diri bisa terkikis habis.
Tanda lain dari ekspektasi yang tidak realistis adalah sulit menikmati pencapaian. Bukannya merasa bangga atas apa yang sudah diraih, kamu malah fokus pada kekurangan dan merasa belum cukup. Hal ini bisa menyebabkan seseorang terus mengejar sesuatu yang tidak ada ujungnya, padahal seharusnya setiap langkah kecil juga dihargai.
Jika ekspektasi yang kamu buat sendiri membuatmu sering stres dan cemas, itu juga merupakan tanda bahaya. Dilansir dari Liputan6, ekspektasi yang tidak realistis bisa menyebabkan tekanan mental yang berlebihan dan berujung pada kecemasan kronis. Jangan sampai harapan yang seharusnya menjadi motivasi justru membuatmu terbebani.
Selain itu, sulit menerima kegagalan juga menjadi salah satu dampaknya. Gagal adalah bagian dari proses, tetapi jika setiap kesalahan dianggap sebagai bencana besar, itu bisa menjadi pertanda bahwa ekspektasi yang dimiliki terlalu tinggi. Belajar dari kesalahan jauh lebih penting daripada terus-menerus menyalahkan diri sendiri.
Baca juga: 5 Cara Untuk Bersikap Tenang Saat Dikecewakan Oleh Ekspektasi
Bagaimana Cara Mengatasi Ekspektasi yang Tidak Realistis?
Jika kamu merasa terjebak dalam ekspektasi sendiri, cobalah mulai menetapkan harapan yang lebih realistis. Terimalah bahwa segala sesuatu butuh proses, dan yang terpenting, jangan lupa untuk menghargai setiap langkah yang telah ditempuh.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.