Pukau Penonton, Teater Du La Palette Unpam Hidupkan Komedi Klasik ‘Dokter Gadungan’ di DRAWATA ke-7

Foto seluruh tim produksi dan pemeran Teater Du La Palette Universitas Pamulang berpose di atas panggung setelah mementaskan drama 'Dokter Gadungan' pada acara DRAWATA ke-7
Seluruh kru dan pemeran Teater Du La Palette merayakan kesuksesan pementasan 'Dokter Gadungan' dalam ajang tahunan DRAWATA ke-7 di Universitas Pamulang.

Milenianews.com, Jakarta – Kelompok Teater Du La Palette dari Program Studi Sastra Indonesia Universitas Pamulang sukses menghidupkan kembali karya klasik Prancis lewat pementasan drama komedi berjudul Dokter Gadungan dalam ajang tahunan DRAWATA (Drama Warisan Tahunan) ke-7. Digelar pada Sabtu (20/12), pertunjukan ini berhasil mencuri perhatian publik kampus hingga membuat Ruang Anggrek Kampus 2 Universitas Pamulang dipadati penonton.

Baca juga: FESTIVIS Bawa Konsep Teater Forum Sebagai Ruang Percakapan Kolektif Demokrasi di Indonesia 

Mengadaptasi naskah klasik karya Molière, Dokter Gadungan hadir dengan kemasan yang segar dan relevan dengan audiens masa kini. Naskah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diperkaya improvisasi yang membuat ceritanya terasa lebih dekat dengan realitas sehari-hari. Unsur komedi yang disajikan sukses mengundang tawa penonton sejak awal hingga akhir pementasan.

Melalui pernyataan resminya, pihak penyelenggara DRAWATA menegaskan bahwa pementasan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk pelestarian sastra melalui seni pertunjukan. “DRAWATA Vol. 7.0 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk merawat warisan drama dan menyajikannya dengan pendekatan yang lebih komunikatif bagi generasi sekarang” Sabtu, (20/12).

Adaptasi naskah dilakukan tanpa menghilangkan inti cerita

Sutradara pertunjukan, Salswa Fawaz, mengungkapkan bahwa proses adaptasi dilakukan dengan metode paraphrase agar cerita tetap segar tanpa kehilangan inti naskah aslinya. Pendekatan tersebut terbukti efektif, terlihat dari respons penonton yang begitu antusias. Ekspresi dan gestur para pemain tampil maksimal, meski sebagian besar dari mereka baru pertama kali terlibat langsung dalam dunia teater.

Kesuksesan pementasan ini juga tak lepas dari solidnya kerja tim di balik layar. Salwa Salsabila Lubis selaku Manajer Panggung memastikan seluruh elemen teknis dan artistik berjalan selaras. Mulai dari pengaturan jadwal, alur pertunjukan, hingga koordinasi antar divisi dilakukan dengan cermat demi menghadirkan pertunjukan yang matang.

Baca juga: Pertunjukan Teater Bhavana di HUT ke-60 Bungo Dipotong, Isyaratkan Minimnya Apresiasi Pejabat Publik 

Antusiasme penonton datang dari berbagai kalangan, tidak hanya mahasiswa, tetapi juga dosen Universitas Pamulang. Dukungan dari komunitas dan mitra kreatif turut memperkuat gaung acara ini. Pihak panitia pun mengaku tak menyangka respons publik begitu besar. “Antusiasme penonton di DRAWATA ke-7 menjadi bukti bahwa teater masih relevan dan diminati generasi muda”

Meski sempat mengalami kendala teknis pada sistem tiket, pementasan Dokter Gadungan tetap menuai banyak apresiasi. Pertunjukan ini justru disebut-sebut sebagai puncak acara DRAWATA ke-7. Ke depan, Teater Du La Palette berharap dapat terus menghadirkan karya-karya sastra ke atas panggung dan menjadikannya media ekspresi yang hidup, segar, dan dekat dengan generasi masa kini.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *