Musik, News  

YouTube Negosiasikan Pembelian Lisensi Lagu Untuk Melatih AI

Milenianews.com, JakartaPlatform streaming video besutan Google, YouTube dikabarkan tengah melakukan negosiasi pembelian lisensi lagu dengan sejumlah label rekaman besar untuk digunakan dalam melatih teknologi artificial intelligence (AI) yang tengah dikembangkannya.

Dilansir dari Engadget pada Senin (1/7), kabar tersebut pertama kali dilaporkan oleh Financial Times yang menyebutkan tiga label rekaman besar yakni Sony Music Entertainment, Universal Music Group, dan Warner Records yang tengah bernegosiasi dengan YouTube.

Baca juga: MrBeast Jadi YouTuber dengan Subscriber Terbanyak di Dunia

YouTube ingin membeli lisensi katalog lagu dari label rekaman tersebut untuk melatih kemampuan AI besutannya dalam menghasilkan lagu dengan gaya artis-artis populer.

Akan tetapi, keputusan akhir kemungkinan bukan hanya berada di tangan label rekaman. Karena musisi pemilik lagu juga berhak dalam memutuskan menjual lisensi lagunya kepada YouTube.

YouTube memperkenalkan Dream Track fitur membuat lagu dengan AI

Pada bulan November 2024 mendatang, YouTube akan meluncurkan Dream Track, sebuah fitur kecerdasan buatan yang memungkinkan beberapa kreator terpilih. Hal tersebut untuk membuat lagu dengan menggunakan suara dari sejumlah penyanyi seperti John Legend dan Charli XCX.

Namun, hanya sembilan penyanyi yang suaranya tersedia dalam uji coba alat tersebut yakni Alec Benjamin, Charlie Puth, Charli XCX. Lalu Demi Lovato, John Legend, Papoose, Sia, T-Pain, dan Troye Sivan.

Diketahui, banyak musisi memprotes teknologi AI yang dapat menirukan karya mereka. Pada bulan April 2023, lebih dari 200 artis menandatangani surat terbuka untuk melindungi karya mereka. Khususnya dari penggunaan AI yang berpotensi melanggar hak cipta lagu dan menghancurkan ekosistem musik.

Di sisi lain, label rekaman telah mengambil sikap tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang dianggap telah melanggar hak cipta dari lagu-lagu miliknya.

Baca juga: 7 Cara Download Video YouTube Melalui Situs Web

Pada 24 Juni, Sony Music Entertainment, Universal Music Group, dan Warner Records mengajukan gugatan terhadap generator musik Suno dan Omio. Hal tersebut atas pelanggaran hak cipta dalam skala besar.

Label rekaman tersebut menuntut dua platform tersebut menghentikan penggunaan lagu mereka serta meminta kompensasi sebesar 150 ribu dolar AS (Rp2,4 miliar) per karya.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *