Captain America 4 Kembali Tuai Kritikan Publik, Dari Judul hingga Teori Konspirasinya

Milenianews.com, Jakarta – Marvel kembali munculkan ‘sangkaan’ negatif dari para penontonnya, dengan film Captain America. Sebelumnya, series The Falcon and The Winter Soldier yang cukup memicu komentar negatif dari para netizen, karena isu rasisme yang terdapat di konflik series ini.

Film ke-4 Captain America yaitu “Captain America : New World Order” yang diumumkan di acara Disney D23 expo, memunculkan lagi teori konspirasi.

Baca Juga : Kevin Feige Ingin Bawa Ryan Gosling ke Film Marvel

Tak hanya itu, di series ini pun nantinya, akan ada debut dari hero baru Marvel yaitu “Sabra” dengan nama asli Ruth Bat-Seraph, yang merupakan pahlawan asal Israel.

Hero tersebut menjadi pembahasan netizen, sebab kehadirannya dianggap berkaitan dengan konflik Israel-Palestina yang hingga kini belum kunjung usai.

New World Order

Dalam komik Marvel, New World Order sendiri merupakan sebuah organisasi penjahat pimpinan Red Skull yang punya tujuan untuk menguasai dunia. Namun, nama tersebut menjadi perbincangan sebab New World Order sendiri berkaitan erat dengan teori konspirasi anti-semitisme. 

Selain itu, terdapat hal lain yang menjadi perhatian publik yaitu terpilihnya aktor asal Israel (Tim Blake Nelson), sebagai tokoh penjahat dari The Incredible Hulk, Samuel Stern (The Leader).

Hal ini membuat netizen semakin tidak paham atas pilihan yang Marvel seperti cuitan dari@CLOVERTOWN3 dalam akun twitternya.

“A JEWISH ACTOR….AS THE VILLIAN…FOR A MOVIE NAMED AFTER AN ANTISEMETIC CONSPIRACY THEORY….” –clover

Melansir gamerant.com kata “New World Order” sendiri pertama kali dipakai oleh para pemimpin dunia seperti Woodrow Wilson dan Winston Churchill. Pemakaian istilah tersebut merujuk pada pergeseran keseimbangan kekuasaan setelah Perang Dunia II.

Sedangkan, mengutip dari dailydot.com, istilah NWO mengarah kepada teori konspirasi bahwa dunia (nanti akan) dikontrol oleh komplotan rahasia.

Kemunculan Sabra/Ruth Bat-Seraph di Captain America : New World Order

Foto : Kemunculan Sabra dalam komik The Incredible Hulk No. 256 (1981)

Ruth Bat-Seraph atau “Sabra” merupakan mutant dan agen pahlawan pertama yang melayani agensi keamanan Israel bernama Mossad. Pada awalnya, Sabra atau Ruth hanyalah seorang polisi yang kemudian menjadi agen Mossad. 

Secara visual juga, sosok Sabra berbusana warna putih dengan beberapa garis biru (persis seperti bendera Israel). Selain itu, di ikat kepala dan dadanya terdapat lambang Israel (The Star of David) sebagai pengait jubah anti gravitasi berwarna full biru. Sabra juga mempunyai kulit anti peluru.

Masyarakat berteori bahwa, nama Sabra berkaitan dengan tragedi pembantaian 450-3500 warga Palestina dan Syiah Lebanon di kawasan Sabra dan Kamp Pengungsian Shatila (Beirut), oleh Christian Phalange pada tahun 1982. Sehingga dikenal sebagai “Sabra and Shatila 1982 Massacre”. 

Tragedi tersebut terjadi 40 tahun lalu di bulan September. Keputusan menginfokan hero bernama “Sabra” ini, seperti tidak menghormati tragedi tersebut. Meski faktanya pemberian nama “Sabra” dan kemunculannya pada komik Marvel, terjadi sebelum tragedi tersebut.

Berdasarkan note editor di komik, nama Sabra berasal dari bentuk asli buah Pir berduri yang memiliki rasa manis. Duri terseut sebagai bentuk pelindungnya.

Pertemuan Hulk dan Sabra

Foto : Pertemuan antara Hulk dan Sabra

Sabra pertama kali muncul bersamaan dengan Hulk yang sedang berada di Tel Aviv. Namun karena pertemuan terjadi di waktu yang tidak tepat, Sabra menganggap Hulk telah membunuh Sahad, seorang anak yang menjadi pencuri dan penipu di kawasan tersebut. 

Konflik antara Israel dan Palestina pun tergambar melalui percakapan antara Sahad dan Hulk (Bruce Banner) saat sosoknya berwujud normal.

Sahad mengatakan, “Terkadang sulit menjadi seorang Arab di Israel. Orang ku dan Orang Israel mengatakan bahwa tanah ini milik mereka. Mereka bisa membaginya, namun 2 kitab lama (mengacu kepada Al-Qur’an dan Alkitab) memberitahu mereka bahwa mereka harus saling membunuh”.

Saat Sahad terbunuh oleh teroris (diceritakan sebagai orang Palestina) yang mengira ia adalah warga Israel, hal itu menyebabkan Hulk sangat marah dan mengubahnya menjadi ‘sosok’ Hulk.

Baca Juga : 3 Perbedaan Kostum Daredevil di Marvel dan Netflix

Saat itulah Sabra datang dan pertama kali bertemu dengan Hulk hingga terjadi pelampiasan amarah oleh hulk mengenai kematian Sahad.

Spekulasi dari berbagai opini yang muncul di masyarakat, film ke-4 dari Captain America : New World Order ini, rencananya akan tayang pada tanggal 3 Mei 2024.(Reporter 9/INA)

 

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *