Sentuhan Urna Hadirkan Pengalaman Museum Inklusif bagi Tunanetra di Museum Tekstil

museum inklusif untuk tunanetra

Milenianews.com – Museum Tekstil Jakarta menghadirkan suasana berbeda pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sejak pagi, peserta tunanetra mengikuti kegiatan Sentuhan Urna, proyek sosial kolaborasi peserta LPDP PK-270. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB.

Program ini membuka akses budaya yang setara bagi komunitas tunanetra. Panitia merancang seluruh rangkaian kegiatan secara inklusif dan partisipatif.

Workshop Batik Inklusif Dorong Kreativitas Peserta

Panitia membuka kegiatan dengan workshop membatik inklusif. Peserta mempelajari teknik batik timbul melalui media taktil dan panduan audio. Fasilitator mendampingi peserta selama proses pembuatan motif.

Peserta meraba tekstur kain, menyusun pola, dan mengenal tahapan pewarnaan. Kegiatan ini melatih kreativitas sekaligus kepercayaan diri. Workshop juga membuka peluang keterampilan di bidang ekonomi kreatif.

Tur Museum Multisensori Ajak Peserta Menjelajah Ruang Budaya

Setelah workshop, peserta mengikuti tur museum inklusif. Pemandu mengajak peserta berkeliling museum dengan pendekatan multisensori. Tur dimulai dari taman pewarna alam.

Peserta kemudian memasuki ruang pengenalan wastra Nusantara. Pemandu menjelaskan koleksi melalui narasi audio dan interaksi langsung. Peserta dapat meraba material dan memahami fungsi koleksi secara utuh.

Pendekatan ini membantu peserta mengenal museum tanpa bergantung pada visual.

Baca juga: FGD Cagar Budaya, Aceh Barat Sepakati Rencana Pendirian Museum

Ketua Divisi Sosial Tekankan Peran Museum yang Setara

Ketua Divisi Social Project Sentuhan Urna, Diajeng Widyannisa, menegaskan tujuan utama kegiatan ini. Ia menyebut museum harus terbuka untuk semua kalangan.

“Museum bukan hanya ruang pamer. Museum juga ruang belajar bersama. Kami ingin museum bisa diakses oleh komunitas tunanetra secara setara,” ujar Diajeng di sela kegiatan.

Forum Diskusi Jadi Ruang Suara Peserta Tunanetra

Panitia juga menggelar forum diskusi singkat. Peserta menyampaikan pengalaman selama mengikuti workshop dan tur museum. Mereka juga memberi masukan terkait aksesibilitas ruang budaya.

Panitia mencatat seluruh masukan sebagai bahan evaluasi. Hasil diskusi akan menjadi dasar pengembangan program inklusif selanjutnya.

Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Museum Inklusif

Sentuhan Urna melibatkan LPDP PK-270, Museum Tekstil, Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI), dan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS). Kolaborasi ini memperkuat pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Melalui Sentuhan Urna, museum bertransformasi menjadi ruang interaksi sosial. Museum juga berperan sebagai sarana pemberdayaan komunitas disabilitas. Panitia berharap model kegiatan ini dapat diterapkan di museum lain di Indonesia.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *