Event  

Pancasila Masih Jadi Produk Pemerintah yang Hanya Dititipkan ke Sekolah-sekolah

Pancasila Masih Jadi Produk Pemerintah yang Dititipkan ke Sekolah-sekolah

Milenianews.com, Semarang – Pancasila, tak hanya sekadar berisi pasal-pasal yang harus dihafalkan saja. Melainkan, didalamnya terkandung nilai-nilai yang harus diimplementasikan. Tantangan anak muda saat ini juga salah satunya terkait dengan eksistensi Pancasila yang harus dipakai sebagai pedoman keteladanan dalam kehidupan sehari-hari masih kurang.

Dalam kegiatan Refleksi Pancasila, yang digelar oleh Kejar Mimpi Semarang bersama Himpunan Mahasiswa (Hima) Politik dan Kewarganegaraan (PKN) Universitas Negeri Semarang (Unnes), menghadirkan M Atiatul Muqtadir, Presiden Mahasiswa UGM 2019, dalam acara “Lungguhan Mbagi Pengalaman dan Ilmu Songko Ahline (Lumpia)”. Kegiatan ini bertempat di ruang C7 lantai 3 Gedung Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Unnes, Sabtu (3/6).

Baca juga : Lewat Kejar Mimpi Talks 9.0, KMTS Bakar Semangat Berdampak Untuk Negeri

Tema dari Lumpia sebagai Refleksi Pancasila kali ini bertemakan “Penguatan Peran Generasi Muda Pancasila dalam Mengimplementasikan Pancasila di Era Society 5.0”.

Selain Atiatul, pada Dialog Pembaruan Kebangsaan ini juga menghadirkan 2 narasumber lain yakni Widi Nugroho, dari Kesatuan Bangsa Politik Provinsi Jawa Tengah dan Ngabiyanto, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi Unnes.

Selain itu, digelarnya acara ini juga menjadi kegiatan dari rangkaian Bulan Pancasila ke-11 untuk mengingat, memperkuat dan mempertahankan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dalam menyongsong era society 5.0.

Atiatul beranggapan, Pancasila saat ini masih dianggap sebagai produk dari pemerintah yang diamanatkan melalui sekolah-sekolah. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat menjadi kata kunci keberhasilan penerapan pancasila. Sementara strategi paling efektif dalam merefleksikan pancasila adalah dengan mengimplementasikannya ke dalam kehidupan praktis.

Ia menambahkan, salah satu refleksi pancasila dapat diukur dengan melihat keamanan dan kenyamanan umat beragama dalam melaksanakan ibadah.

“Jika kita mengimplementasikan pancasila dengan strategi yang jelas, harusnya seluruh masyarakat Indonesia merasakan kesejahteraan itu,” ungkap narasumber yang kerap dipanggil Fatur itu.

Foto : Foto bersama pembicara dan peserta yang hadir dalam acara dialog kebangsaan Kejar Mimpi Semarang dan Unnes.Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Fadly Husain mengatakan, Pancasila menjadi bagian dari falsafah atau nilai-nilai yang harus dipahami dan dipraktikan. Refleksi menjadi alat bagaimana memahami atau mendialogkan pancasila. Menghadapi tantangan era society 5.0 dapat membangun keterampilan kerja sama dengan bidang lain.

“Hima PKN menggandeng salah satu komunitas kepemudaan, yakni Kejar Mimpi Semarang sebagai contoh membangun keterampilan kerja sama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kejar Mimpi Semarang memperkenalkan identitas komunitas dengan peserta Lumpia yang disampaikan oleh Co Founder Kejar Mimpi Semarang, Muhammad Syarif Hidayatullah. Disampaikan bahwa Kejar Mimpi Semarang merupakan komunitas yang diinisiasi oleh Commerce International Merchant Banker (CIMB) Niaga, telah tersebar hingga 35 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Baca juga : Kejar Mimpi Tangsel Bakar Semangat Anak Disabilitas Meraih Mimpi

Komunitas ini fokus pada empat pilar, yakni pendidikan, filantropi, lingkungan, dan pembangunan ekonomi-sosial.
Ketua Pelaksana Lumpia Refleksi Pancasila tahun 2023, Muhammad Daffa Satrio dalam sambutannya mengatakan, Lumpia merupakan bagian dari serangkaian Bulan Pancasila.

“Tahun ini bekerja sama dengan Komunitas Kejar Mimpi Semarang. Banyak sekali rangkaian acara di Bulan Pancasila diantaranya lomba poster kebangsaan, lomba cerdas cermat, debat politik, narasi kebangsaan, call for paper, dan sebagainya. Rangkaian agenda Bulan Pancasila menarik perhatian peserta, bahkan sampai diikuti partisipan dari luar Jawa,” pungkasnya.

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *