Milenianews.com, Lombok Barat– Dua dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Nazaruddin MLIS PhD dan T Mulkan Safri MIP, berpartisipasi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Dosen Ilmu Perpustakaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (ASDIP-PTKI) Se-Indonesia serta International Conference on Library Science 2024.
Acara ini berlangsung pada 13 hingga 15 September 2024 di Hotel Jayakarta, Batulayar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Rakernas bertema “Strengthening the Foundation of Library and Information Science” ini dibuka oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Drs. Abdul Wahab MA. Rakernas ini merupakan yang ketiga setelah pelaksanaan Rakernas pertama di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 2022 dan Rakernas kedua di UIN Imam Bonjol Padang pada 2023.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari 20 program studi Ilmu Perpustakaan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Ar-Raniry, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Raden Fatah Palembang dan beberapa Perguruan Tinggi lainnya.
Fokus utama Rakernas adalah membahas penyelesaian masalah mendasar dalam ilmu perpustakaan serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan kepakaran yang diakui oleh Kemendikbud.
Baca Juga : 20 Mahasiswa FAH UIN Ar-Raniry Laksanakan KPM Internasional di Thailand
Dalam rangkaian acara tersebut, juga dilaksanakan peluncuran buku bunga rampai berjudul “Fondasi Ilmu Perpustakaan dan Informasi,” yang melibatkan kontribusi dari berbagai pakar, termasuk dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Nurhayati Ali Hasan MLIS dan Drs Khatib A Latief MLIS.
Rakernas ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Ketua Asosiasi Dosen Ilmu Perpustakaan (ASDIP) PTKI, Prof. Dr. Nurdin Laugu MA, Prof. Dr. Sulistyo Basuki, Profesor Purna dari UI, Prof. Ts Dr. Roziya Abu dari UiTM Malaysia, dan Putu Laxman Pendit, PhD, Head of Supervisory Board Indonesian Association of Library and Information Science Scholars.
Pada Munas kali ini, Prof. Dr. Nurdin Laugu SAg MA terpilih kembali sebagai ketua Umum ASDIP-PTKI periode 2024-2027, dan UIN Raden Intan Lampung ditetapkan sebagai tuan rumah pertemuan ASDIP-PTKI pada 2025.
Rekomendasi Penguatan Profesi Pustakawan
Rekomendasi yang dihasilkan oleh tim perumus Rakernas ASDIP-PTKI, yang dipimpin oleh Prof. Dr. Nurdin Laugu, MA, dan diikuti oleh anggota lain seperti Dr. Ismaya SIP MIP, Nazaruddin Musa MLIS, PhD, serta beberapa pakar lainnya, Dr. Eni Amalia, Dr. Ida Farida, Dr. Tafrikhuddin, Dr. Ade Abdul Haq dan Dr. Wiji Suwarno menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis bagi penguatan profesi pustakawan di Indonesia.
Salah satu rekomendasi utama adalah seruan kepada pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah, untuk tidak lagi mengangkat pustakawan melalui jalur impassing, yakni penyesuaian pangkat tanpa melalui jalur pendidikan formal yang sesuai. Rakernas juga mendorong pembukaan formasi pustakawan yang diisi oleh alumni program studi Ilmu Perpustakaan atau program studi sejenis, seperti Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Teknisi Perpustakaan, dan sejenisnya.
“Langkah ini penting untuk memastikan bahwa profesi pustakawan diisi oleh tenaga profesional yang kompeten dan memiliki latar belakang pendidikan yang tepat,” ujar Nazaruddin, dosen Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dalam rilis yang diterima Milenianews.com.
Selain itu, Rakernas merekomendasikan agar pemerintah menyelenggarakan pendidikan profesi pustakawan, sejalan dengan profesi-profesi lainnya seperti dokter, insinyur, dan guru. Pendidikan ini dianggap penting untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi pustakawan di era digital saat ini.
Baca Juga : FAH UIN Ar-Raniry Luluskan 169 Sarjana, Dekan Tekankan Pentingnya Ketangguhan Hadapi Keragaman
Rekomendasi lain yang disampaikan adalah bahwa pelatihan teknis perpustakaan yang diselenggarakan pemerintah tidak dimaksudkan untuk mengangkat kepala perpustakaan, melainkan untuk menambah kompetensi guru dalam mengelola perpustakaan sebagai sumber belajar.
Keempat poin rekomendasi ini diharapkan dapat memberikan arah baru bagi pengembangan profesi pustakawan di Indonesia, dengan dukungan yang lebih kuat dari pemerintah dan dunia pendidikan.