Manajemen Risiko Budidaya Ikan Gurame: Mengoptimalkan Produksi dan Mengurangi Kerugian

Muhammad Azam Atsan, Mahasiswa STEI SEBI. (Foto: Istimewa)

Milenianews.com, Mata Akademisi– Budidaya ikan gurame merupakan salah satu kegiatan bisnis yang memiliki potensi cukup besar di sektor perikanan. Karena,  ikan gurame adalah ikan air tawar yang memiliki segudang manfaat kesehatan bagi tubuh manusia. Contohnya kandungan asam amino yang dimiliki oleh ikan gurame diklaim mampu membantu perkembangan otak manusia. Nutrisi tersebut sangat dibutuhkan oleh anak-anak kecil yang berada dalam fase pertumbuhan karena sel-sel otak mereka sedang dalam masa perkembangan. Sehingga,  jika ikan gurami  dikonsumsi  secara rutin dapat meningkatkan kecerdasan anak. Selain itu, ikan gurame memiliki jumlah protein yang lebih banyak dari pada ikan air tawar lainnya seperti ikan nila dan ikan lele.

Tidak hanya sampai di  situ, ikan gurame juga memiliki banyak sekali manfaat lainnya yaitu menyehatkan jantung. Di dalam tubuh  ikan gurame terkandung asam lemak omega-3 yang mampu menjaga kesehatan jantung. Senyawa tersebut masuk kedalam kategori asam lemak tak jenuh yang justru berfungsi melawan peradangan di  tubuh manusia. Bahkan, asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi lemak jahat yang memicu peradangan pada tubuh manusia sehingga bisa mencegah rusaknya pembuluh darah yang berpotensi memicu terjadinya stroke. Lemak yang dimiliki ikan gurame juga mampu menurunkan kadar trigliserida, pembekuan darah dan juga tekanan darah pada tubuh manusia.

Ikan gurame juga bisa menjadi solusi menu makanan untuk orang yang sedang melakukan diet. Kandungan protein yang dimiliki oleh ikan gurame dapat menambah massa otot dan menurunkan kadar lemak dalam tubuh. Protein juga membantu meningkatkan metabolisme tubuh sekaligus mengontrol nafsu makan sehingga manusia tidak akan makan secara berlebihan karena bisa merasa kenyang lebih lama.

Manfaat yang dimiliki oleh ikan gurame ternyata tidak hanya untuk tubuh bagian dalam saja. Ikan ini juga mampu menjaga kesehatan kulit karena kandungan protein serta vitamin E pada ikan gurame disinyalir mampu meregenerasi kulit, sehingga kulit tetap halus dan sehat. Kandungan asam amino yang dimiliki oleh ikan gurame juga mampu mengisi energi dalam tubuh sehingga seseorang tidak akan mudah merasa kelelahan saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Permintaan pasar ikan gurame yang tinggi juga membuat usaha budidaya ikan jenis ini semakin menguntungkan. Keuntungan yang didapatkan pun terhitung menjanjikan karena jumlah stok ikan gurame yang belum tercukupi secara penuh membuat peluangnya terbuka lebar. Ikan gurame adalah salah satu jenis ikan yang memiliki harga tinggi di pasaran dengan mayoritas konsumennya berada di kalangan menengah ke atas. Hal ini dikarenakan rasa dagingnya yang sangat lezat, bergizi tinggi, dan juga mudah untuk diolah.

Di  samping banyaknya keunggulan yang dimiliki oleh ikan gurame, terdapat pula beberapa kelemahan dan kekurangannya. Ikan gurame merupakan ikan yang memiliki masa pertumbuhan relatif lambat. Untuk sampai ke proses panen, ikan gurame ini bisa dibilang membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 8 – 12 bulan tergantung kuantitas pemberian pakan serta kondisi kesehatan ikan. Kolam yang dibuat untuk ikan gurame haruslah luas dan tidak dangkal. Hal ini ditujukan agar ikan gurame memiliki cukup ruang untuk tumbuh dan bernapas. Serta tidak kepanasan karena terkena sinar matahari secara langsung. Dari sisi karakteristik juga terdapat beberapa kekurangan ikan gurame, seperti merupakan jenis ikan yang rentan terserang penyakit dan parasit. Sehingga,  diperlukan  kewaspadaan dalam memperhatikan kesehatan ikan secara berkala.

Strategi pemasaran juga harus diperhatikan oleh para peternak ikan gurame, karena hal ini sangat mempengaruhi keuntungan yang didapatkan. Menjalin kerja sama dengan restoran atau tempat makan adalah suatu strategi yang cukup baik untuk diterapkan. Dengan demikian,  ketika penjualan dilakukan, maka tidak perlu melewati tengkulak atau jalur distribusi yang cukup jauh sehingga keuntungan bisa didapatkan oleh kedua belah pihak. Selain itu,  ketika peternak ikan gurame melakukan kerja sama dengan pihak restoran maka harga penjualan akan selalu dalam keadaan stabil.  Sehingga hal ini akan sangat menguntungkan dalam pendapatan peternak.

Mitigasi

Meskipun sangat menjanjikan, budidaya ikan gurame juga menghadapi berbagai macam risiko seperti harga pakan yang cenderung tidak stabil, kemungkinan terjangkitnya penyakit yang bisa menular hingga dapat mengakibatkan kematian pada ikan di satu kolam, kualitas serta kondisi air juga dapat mempengaruhi kesehatan ikan serta risiko-risiko lainnya yang dapat memengaruhi produktivitas dan keberlanjutan usaha. Oleh karena itu, manajemen risiko menjadi krusial untuk memitigasi potensi dampak negatif dan meningkatkan ketahanan usaha para peternak ikan gurame.

Langkah yang harus dilakukan pertama kali ketika melakukan manajemen risiko adalah identifikasi risiko. Dalam budidaya ikan  gurame, sangat penting untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang mungkin dihadapi dalam budidaya ikan gurame. Risiko utama melibatkan aspek kesehatan ikan, seperti penyakit, parasit, dan infeksi bakteri. Selain itu, fluktuasi suhu air, kualitas air yang buruk, dan ketidakstabilan harga pakan juga menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan. Dengan mengidentifikasi risiko secara jelas maka langkah-langkah berikutnya dapat dibuat untuk melakukan pencegahan yang lebih efektif.

Langkah berikutnya adalah melakukan evaluasi risiko dengan mempertimbangkan probabilitas terjadinya dan dampaknya terhadap produksi ikan gurame. Misalnya, risiko penyakit dapat dievaluasi berdasarkan seberapa sering penyakit tersebut muncul dan sejauh mana dampaknya terhadap stok ikan. Dengan penilaian yang cermat, dapat dilakukan penentuan risiko mana yang memerlukan perhatian lebih besar dalam perencanaan manajemen risiko.

Setelah identifikasi dan evaluasi risiko dilakukan, pengembangan strategi mitigasi perlu dilakukan untuk mengurangi kemungkinan dampak negatif. Penggunaan praktik biosekuriti yang ketat, seperti karantina bagi ikan baru, dapat membantu mencegah penyebaran penyakit. Sistem pemantauan otomatis untuk mengontrol suhu dan kualitas air juga dapat menjadi langkah proaktif dalam mengatasi risiko tersebut. Diversifikasi jenis pakan ikan, serta pemantauan air secara berkala pada kolam ikan dapat membantu meningkatkan ketahanan proses budidaya tersebut.

Diversifikasi merupakan salah satu strategi efektif dalam manajemen risiko. Peternak dapat diversifikasi dengan menanamkan beberapa spesies ikan, sehingga jika satu spesies mengalami masalah, produksi secara keseluruhan tidak terlalu terdampak. Kemudian mengadakan kolaborasi dengan tim penelitian juga dapat dilakukan agar pertumbuhan serta kondisi lingkungan ikan gurame dapat terkontrol dengan baik.

Manajemen risiko bukanlah suatu tindakan sekali jalan. Peternak juga perlu melibatkan pemantauan dan penyesuaian secara terus-menerus terhadap strategi manajemen risiko . Perubahan lingkungan budidaya, kondisi pasar, atau faktor eksternal lainnya dapat mempengaruhi efektivitas strategi risiko yang telah diterapkan. Pemantauan yang cermat memungkinkan peternak untuk merespons dengan cepat terhadap perubahan yang terjadi dan menjaga ketahanan usaha dalam jangka panjang.

Manajemen risiko dalam budidaya ikan gurame bukanlah hanya sebuah keharusan, melainkan suatu kebijakan yang mendesak dan harus dilakukan. Dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengimplementasikan strategi mitigasi yang tepat, maka peternak ikan gurami dapat mengurangi berbagai macam risiko yang akan terjadi, dapat meningkatkan produktivitas dalam budidaya ikan gurame, dan bisa mencapai ketahanan usaha yang berkelanjutan. Kolaborasi antara para peternak, pemerintah, dan lembaga penelitian juga dapat membentuk kerangka kerja yang lebih kokoh dalam menjaga keberlanjutan budidaya ikan gurame untuk masa depan.

Penulis: Muhammad Azam Atsan, Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI, Jurusan Manajemen Bisnis Ekonomi Syariah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *