Milenianews.com, Jakarta– Setelah mengalami tantangan besar akibat pandemi global, industri biro perjalanan umrah dan haji di Indonesia kini menunjukkan tanda-tanda pulih dan bersiap untuk pertumbuhan yang lebih masif pada tahun 2024.
Menyambut tahun baru 2024 ini, Visitrip Group bersinergi bersama Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta membuka Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU). Program Studi ini sebagai sebuah program pendukung bagi pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan formal di bidang manajemen haji dan umrah.
“Dengan hadirnya Program Studi Manajemen Haji dan Umrah ini diharapkan dapat membantu mengakomodir kebutuhan biro perjalanan ibadah haji dan umrah untuk menghadirkan tenaga-tenaga profesional, ahli, dan kompeten di bidang pengelolaan penyelenggara haji dan umrah,” ujar Ketua Umum Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun (YPPIC) Edy Haryanto saat penandatanganan MOU dengan Visitrip, di Jakarta, Kamis, 14 Desember 2023.
Edy memaparkan, Program Studi ini berada di bawah Fakultas Ekonomi. Dia mengungkapkan kehadiran Program Studi Manajemen Haji dan Umrah di UIC merupakan dedikasi Visitrip Group dalam upaya menjaga keberlangsungan ekosistem industri layanan umrah dan haji yang profesional yang mampu beradaptasi dengan teknologi dan regulasi-regulasi baru pada pemerintah Arab Saudi.
“Perkuliahan perdana Program Studi Manajemen Haji dan Umrah akan dilaksanakan pada September 2024 dengan jenjang Strata 1 (S1),” imbuhnya dalam rilis yang diterima Milenianews.com.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Program Studi (UPPS) Manajemen Haji dan Umrah Visitrip, Nandar Iskandar Yuan mengatakan Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) sudah sangat penting dikembangkan.
“Pengembangan prodi ini dianggap sangat penting dan relevan terutama mengingat kompleksitas dan signifikansi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah bagi umat Islam,”ujar Nandar.
Komisaris Utama PT Global Visa ini menjelaskan ada beberapa alasan mengapa program studi ini dianggap penting. Pertama, kompleksitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Apalagi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah melibatkan berbagai aspek, termasuk regulasi, logistik, keuangan, manajemen acara, pelayanan, dan koordinasi lintas instansi.
“Program studi ini dapat memberikan pemahaman mendalam tentang semua aspek tersebut, mempersiapkan para profesional untuk mengelola proses tersebut dengan efisien,”tandasnya.
Maksimalkan Pelayanan
CEO Visitrip Muhamamd Kaamilul Khuluq menambahkan, Visitrip Group merupakan sebuah korporasi yang hadir sebagai mitra atau partner bisnis bagi para pengusaha travel umrah dan haji di ASEAN. Visitrip Group memfasilitasi diaspora Indonesia di berbagai mancanegara dalam memenuhi kebutuhan kunjungan (Visit) dan perjalanan (Trip) ke Arab Saudi dengan tujuan untuk ibadah umrah dan haji maupun kegiatan lainnya.
“Dalam proses bisnisnya, Visitrip menempatkan posisi strategis sebagai perusahaan vendor Travel Umrah Haji Terlengkap yang menyediakan layanan Landing Arrangement (LA), penerbitan Visa, pengelolaan reservasi hotel, penyajian catering, penyedia transportasi dengan berbagai jenis armada, penyedia jasa handling bandara dan sinergi dengan berbagai maskapai dalam pemasaran tiket pesawat,” tutur Kaamilul.
Lebih lanjut, sambung Kaamilul, Visitrip juga menjalankan pengelolaan money exchange sehingga dengan semua instrumen bisnis tersebut Vistrip dapat mendeklarasikan diri sebagai Vendor Travel Umrah Haji Terlengkap.
“Pada perkembangannya Visitrip juga menyenggarakan usaha pariwasata dalam negeri dan luar negeri, mengeksplorasi potensi bisnis di bidang layanan publik jasa pariwisata yang disebutnya international visit service,” papar Kaamilul.
Acara itu juga dihadiri berbagai unsur yang mendukung di antaranya dari pihak Kemenag, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia, Asosiasi Penyelenggara Haji Umroh dan in-Bound Indonesia dan hadir juga tamu dari Tim Otoritas Haji Bangsamoro Filifina.







