Milenianews.com, Jakarta – Presiden LaLiga, Javier Tebas telah menanggapi tuduhan Vinicius Junior yang menilai bahwa Javier Tebas tidak tegas dalam menindaklanjuti kasus rasisme di LaLiga. Namun, Javier Tebas menolak gagasan yang telah Vinicius Junior itu lontarkan.
Vinicius Junior menjadi sasaran serangan rasisme dari supporter Valencia saat Real Madrid bertandang ke Stadion Mestalla, Minggu (21/5). Teriakan “monyet” hingga “mati saja” terdengar oleh supporter Valencia yang meneriaki Vinicius Junior dalam lanjutan LaLiga Real Madrid kontra Valencia.
Baca Juga : Timnas U-22 Indonesia Buat Masyarakat Bangga Setelah Kantongi Mendali Emas
Tuduhan rasisme Vinicius pada LaLiga
Sebelumnya Real Madrid bertandang ke Stadion Mestalla markas Valencia dalam lanjutan LaLiga ke-35 melawan Valencia. Pertandingan pun berhasil Valencia menangkan dengan skor 1-0 lewat tembakan Diego Lopez yang merobek gawang Real Madrid.
“Ini bukan yang pertama kalinya, bukan yang kedua kalinya, bukan pula yang ketiga kalinya. Rasisme normal di LaLiga. Dalam sepakbola, mereka berpikir ini normal, begitu juga federasinya dan lawan mendorongnya,” Vinicius Junior menulis di akun media sosialnya.
“Saya sedih banget. Kejuaraan yang pernah jadi milik Ronaldinho, Ronaldo, Cristiano, dan Messi hari ini jadi milik rasisme,” tambah Vinicius Junior dalam keterangannya.
Presiden LaLiga Javier Tebas menanggapi komentar Vinicius. Namun, Javier Tebas justru menyerang balik Vinicius Junior sang pemain Real Madrid itu.
“Kami sudah mencoba untuk menjelaskan kepada anda apa itu rasismw dan apa yang bisa LaLiga lakukan soal rasisme. Namun, anda tidak muncul sekalipun dalam dua tanggal yang anda minta sendiri dan sepakati,” Tebas menulis di akun media sosialnya seperti kutipan Bola.net.
Baca Juga : PSSI Dan BPJS Ketenagakerjaan Kerja Sama Untuk Memberikan Jaminan Sosial Pada Wasit
“Sebelum mengkritik dan menyinggung LaLiga, anda perlu mencari informasi dengan benar, jangan biarkan anda termanipulasi dan pastikan anda memahami pekerjaan yang sudah kami lakukan bersama-sama,” ujar Presiden LaLiga itu.
Vinicius tak tinggal diam dengan sikap dan pernyataan Javier Tebas. Lewat media sosial Twitter, Vinicius membalas apa yang Tebas katakan. Ia pun menyebutnya selalu bersembunyi ketika ada kasus rasial.
“Sekali lagi, bukannya mengkritik rasis, presiden LaLiga justru muncul di media sosial untuk menyerang saya,” tulis Vinicius.
“Bersembunyi hanya membuat Anda setara dengan rasisme. Saya bukan teman Anda untuk bicara soal rasisme. Saya ingin tindakan dan hukuman. Tagar saja tidak cukup untuk menggerakkan saya,” tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.