Bunuh Diri

bunuh diri

Mata Akademisi, Milenianews.com – Bunuh diri, menyakiti diri sendiri, menyiksa diri agar segera diberi mati karena merasa diri paling sengsara di dunia. Melihat terlalu sempitnya dunia ini. Tak pernah menengok ke kiri atau kanan, ada banyak saudara-saudara kita yang nasib nya lebih tidak beruntung dari pada kita. Mengapa harus sebuntu itu pikiran kita? Bunuh diri bukan solusi dari masalah yang sedang menerpa diri.

Baca juga: Meludah Ke Langit

Jika sedang menghadapi masalah, kembali lah pada Sang Pemiliki Kehidupan ini. Allah Azza wa Jalla penuh dengan kasih dan sayangnya pada manusia. Lalu mengapa harus berputus asa dari Rahmat Allah. Melukai diri dengan cara bunuh diri, bukan menjadi akhir atas masalah. Justru ini akan semakin memperberat dosa-dosa, hingga akhirat pun akan semakin sengsara karena sudah tak ada lagi tempat memohon ampunan.

Larangan Bunuh Diri

Firman Allah Azza wa Jalla, melarang kita untuk bunuh diri:

Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu. [An-Nisa’/4:29]

Ingat bahwa kita tak berhak atas diri kita sendiri, karena semua yang ada pada diri kita merupakan amanah dari Sang Khalik. Seujung kuku pun kita tak berhak mengklaim ini adalah milik kita, karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla yang menciptakan. Menitipkan pada kita agar mendatangkan kebermanfaatan untuk diri juga orang lain.

Sebuah hadist menyebutkan:

Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahaya bunuh diri dan ancaman bagi pelakunya. Diantaranya, ancaman tidak masuk surga. Jika dia kafir, maka tidak akan masuk surga selamanya. Namun jika dia Mukmin, maka dia tidak akan masuk surga dari awal, atau tidak masuk surga dengan derajat tertentu, wallâhu a’lam.

Baca juga: Berani Dewasa Sebuah Pilihan Hidup

Dari Jundub bin Abdullah, dia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dahulu ada seorang laki-laki sebelum kamu yang mengalami luka, lalu dia berkeluh kesah, kemudian dia mengambil pisau, lalu dia memotong tangannya. Kemudian darah tidak berhenti mengalir sampai dia mati. Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hamba-Ku mendahului-Ku terhadap dirinya, Aku haramkan surga baginya’. [HR. Al-Bukhâri, no. 3463].

Jadi kembalilah kepada Allah Azza wa Jalla ketika musibah atau kesusahan menimpa kita. (Umi).

Penulis: Bunda Khansa, Ibu rumah tangga yang bahagia.

Respon (8)

  1. Jangan pernah berhenti percaya smua kejadian yg qta laluinpst slalu ada hikmah nya..jgn mudah berputus asa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *