LDK Bakti Mulya 400 Secondary School: Membangun Generasi Pemimpin yang Berkarakter, Kolaboratif, dan Bertanggung Jawab

Para siswa jenjang Secondary Sekolah Bakti Mulya 400 Depok mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bertema “Membangun Generasi Pemimpin yang Berkarakter, Kolaboratif, dan Bertanggung Jawab” bersama narasumber KBP Indra Andriantara. (Foto: Dok BM 400 Depok)

Milenianews.com, Depok– Suasana penuh semangat terlihat di Sekolah Bakti Mulya 400 Depok saat para siswa jenjang SMP dan SMA berkumpul untuk mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Mengusung tema “Membangun Generasi Pemimpin yang Berkarakter, Kolaboratif, dan Bertanggung Jawab”, kegiatan ini digelar sebagai ikhtiar terpadu memperkuat karakter, integritas moral, serta ketahanan kepemimpinan generasi muda dalam menghadapi dinamika era modern.  Kegiatan ini menghadirkan narasumber istimewa, KBP Indra Andriantara.

Mengawali paparannya, KBP Indra Andriantara menguraikan bahwa hakikat kepemimpinan di era modern telah mengalami pergeseran paradigma. “Sosok pemimpin saat ini tidak lagi diukur dari seberapa banyak instruksi yang dikeluarkan, melainkan dari kemampuannya mendampingi dan membantu tim mencapai tujuan bersama,” kata KBP Indra Andriantara.

Ia menambahkan, seorang pemimpin modern dituntut untuk memberi contoh nyata, memiliki kerelaan mendengar, berkomunikasi secara transparan, membangun kepercayaan tim, serta terbiasa mengambil keputusan berbasis data di tengah situasi perubahan.

Baca Juga : Siswa SMP dan SMA Bakti Mulya 400 Depok Ikuti English Fun Class with English 1

Menurut KBP Indra Andriantara, terdapat sejumlah karakteristik mendasar yang wajib melekat pada diri seorang pemimpin muda:

  1. Memiliki tujuan yang jelas dalam setiap langkah].
  2. Mau bekerja sama dan berkolaborasi secara aktif dengan tim.
  3. Menjunjung tinggi kejujuran dalam perkataan maupun tindakan.
  4. Fokus menyelesaikan amanah dan tugas dengan tuntas dan berkualitas.
  5. Siap dan adaptif menghadapi arus perubahan.
  6. Mampu berkomunikasi dengan lugas sekaligus menjadi pendengar yang baik.

“Karakter tersebut dinilai krusial mengingat tantangan kepemimpinan saat ini semakin kompleks. KBP Indra memaparkan enam tantangan utama yang dihadapi di era kontemporer: laju disrupsi teknologi dan digitalisasi yang bergerak cepat, derasnya arus informasi, keberagaman karakter, generasi, dan ritme kerja dalam tim, tingginya tuntutan transparansi dan akuntabilitas public, situasi lingkungan yang sangat dinamis  dan sarat ketidakpastian, serta urgensi mengambil keputusan secara kilat namun tetap akurat,” ujarnya.

Tak kalah penting, kepemimpinan modern diarahkan pada budaya pemberdayaan (empowerment). KBP Indra menegaskan bahwa memimpin adalah tentang memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepada anggota tim, menyulut daya kreasi dan inisiatif inovatif, membuka ruang untuk terus belajar, menumbuhkan lingkungan kerja yang suportif, serta menghargai setiap kontribusi sekecil apa pun.

Terkait percepatan era digital, KBP Indra menggarisbawahi bahwa teknologi hadir sebagai sarana akselerasi komunikasi, instrumen koordinasi, monitoring evaluasi yang efektif, serta pendukung kolaborasi tanpa sekat ruang dan waktu]. Namun demikian, ia mengingatkan agar kecanggihan teknologi tidak mengikis empati dan kehangatan hubungan antarsesama manusia.

Baca Juga : SMA Bakti Mulya 400 Depok Gelar Kegiatan Road to University

KBP Indra Andriantara menyimpulkan paparannya dengan menegaskan bahwa era modern membutuhkan figur pemimpin yang adaptif, visioner, komunikatif, dan berintegritas. Kunci keberhasilan kepemimpinan terangkum dalam lima kata: Teladan, Kepercayaan, Kolaborasi, Adaptasi, dan Hasil.

Sesi LDK ditutup dengan sebuah pesan kunci yang menggugah para siswa SMP dan SMA Bakti Mulya 400 Depok: “Pemimpin yang relevan bukan yang paling banyak memberi perintah, tetapi yang mampu memberi arah, membangun kepercayaan, dan menggerakkan orang untuk mencapai tujuan bersama.”

Sesi LDK ditutup dengan sebuah pesan kunci yang menggugah para siswa SMP dan SMA Bakti Mulya 400 Depok: “Pemimpin yang relevan bukan yang paling banyak memberi perintah, tetapi yang mampu memberi arah, membangun kepercayaan, dan menggerakkan orang untuk mencapai tujuan bersama.”

Melalui pembekalan kepemimpinan ini, para siswa SMP dan SMA Sekolah Bakti Mulya 400 Depok diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berakhlak mulia, berwawasan luas, serta siap menjadi pelopor perubahan positif di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *