Oleh: Dr. Ir. Wahyu Saidi, MSc, seorang Entrepreneur, Peminat dan Penikmat Kuliner
Milenianews.com – Saya sedang di Trocadéro, tempat yang biasa disebut sebagai teras depan untuk menikmati Menara Eiffel. Lokasi ini memang tidak berada tepat di kaki Eiffel, melainkan di seberang Sungai Seine pada ketinggian tertentu. Dari posisi ini, kita dapat memandang Eiffel secara utuh, tampak begitu indah dan megah dengan sudut pandang yang sangat leluasa. Rasanya seperti mendapat tempat duduk paling depan untuk menikmati ikon Kota Paris.
Saya datang menjelang tengah hari dan suasananya sudah sangat ramai. Pengunjung yang datang tampaknya berasal dari berbagai negara, terbukti dari riuhnya percakapan dalam pelbagai bahasa. Saya tetap fokus memandang ke arah Eiffel. Latar depannya dihiasi taman, jalan raya, pelataran lebar, arus lalu lintas kota, pepohonan, serta bangunan berarsitektur klasik yang mengelilingi kawasan ini. Walau demikian, pemandangan ini cukup terganggu oleh lalu lalang penjual cendera mata yang menawarkan miniatur Eiffel hingga gantungan kunci. Beberapa di antaranya tampil terlalu agresif, bahkan ada yang menyapa menggunakan bahasa Indonesia.
Trocadéro merupakan area luas yang menghadap langsung ke Menara Eiffel. Di sini terdapat taman berundak yang nyaman untuk berjalan dan berkeliling santai menikmati suasana. Dari pelataran ini, kita bisa berjalan turun menuju Sungai Seine lalu melangkah mendekati Menara Eiffel. Di sekeliling tempat berdiri, tersedia kursi-kursi untuk beristirahat serta kios-kios kontainer yang menjual minuman, camilan, hingga kopi.
Kita mungkin telah melihat ribuan foto Eiffel sebelum benar-benar tiba di Paris. Namun, menyaksikan Eiffel dari kejauhan sambil duduk rileks dan menghirup udara awal musim panas memberikan sensasi yang sama sekali berbeda. Ada perasaan bersyukur yang membuncah: “Akhirnya saya ada di sini, dan menyaksikan langsung ternyata jauh lebih indah dan berkesan.”
Baca juga: Paris, Harissa Tunisia dan Sholat Ied yang Tak Sempat Ditunaikan
Trocadéro memang memiliki posisi yang istimewa. Berdiri di ketinggian sambil memandang Eiffel di seberang sungai menjadikannya tempat yang sangat ideal untuk berswafoto. Dua anak muda berwajah oriental tampak asyik mengambil foto dengan pelbagai gaya. Ada pula satu keluarga dengan dua anak remaja yang sibuk bergantian mengabadikan momen berlatar Eiffel. Sementara itu, di tepi pagar, sepasang lansia tampak menikmati pemandangan sambil sesekali menatap layar ponsel mereka—mungkin membandingkan pemandangan asli dengan foto, atau membuka ChatGPT untuk mencari informasi lebih detail.
Menikmati Kemewahan dan Dinamika di Champs-Élysées

Champs-Élysées menyajikan sisi Paris yang lain—Paris dengan atmosfer yang berbeda. Champs-Élysées adalah jalan raya yang sangat populer di dunia. Bagi orang yang belum pernah ke Paris sekalipun, nama jalan ini mungkin sudah terasa familiar karena kerap muncul dalam novel, film, maupun media sosial. Jika Anda penggemar film Hollywood, jalan ini pernah menjadi lokasi syuting film-film terkenal seperti Mission: Impossible – Fallout, The Da Vinci Code, hingga Rush Hour 3.
Namun, jangan bayangkan bahwa seluruh tempat di sini hanya berisi toko-toko mewah. Di sepanjang jalan, kita tidak hanya menemui pertokoan dan rumah mode papan atas, tetapi juga bangunan bersejarah, restoran, kafe, wisatawan dari pelbagai belahan dunia, hingga pedagang makanan jalanan (street food).
Melangkah di jalan ini adalah tentang menikmati setiap pijakan tanpa tuntutan waktu. Jika datang bersama teman atau pasangan, berjalanlah sambil mengobrol. Amati setiap detail pohon, taman, serta etalase toko dan barang-barang yang dipajang. Godaan untuk berhenti dan berfoto selalu hadir di setiap beberapa langkah, tetapi ada baiknya ditunda terlebih dahulu agar kita bisa meresapi suasana keindahan dan kemewahan Paris secara utuh.
Langkah kaki terus membawa saya menyusuri jalan yang makin hidup. Di kiri dan kanan, gedung-gedung berdiri dengan fasad yang gagah dan elegan. Pepohonan berjajar rapi, sementara butik-butik dari merek dunia yang biasa kita lihat di majalah atau iklan berdiri megah. Sebagian besar merek tersebut sebenarnya sudah hadir di dalam mal-mal Jakarta, tetapi di sini mereka berdiri sebagai bangunan mandiri yang anggun.
Kehidupan warga lokal dan wisatawan mengalir secara alami. Ada yang berjalan terburu-buru membawa tas kerja, mendorong kereta bayi, berjalan bergandengan tangan, hingga wisatawan yang mendadak berhenti melangkah karena melihat objek foto yang menarik. Terlihat pula sebuah keluarga di mana sang ibu tampak sudah lelah melangkah, sementara ketiga anaknya yang masih kecil justru bersemangat dan penasaran melangkah di depan.
Saya melewati sebuah bangunan besar yang sangat mencolok di sudut jalan dengan warna yang terang. Saat perlahan memandang ke atas, bagian tengah bangunan tersebut tampak menonjol dan membulat, dihiasi deretan jendela bertingkat yang berujung pada sebuah kubah berpintu logo LV berwarna keemasan. Inilah Maison Louis Vuitton. Tampilan luarnya memang dirancang untuk memberikan pengalaman khas Champs-Élysées kepada siapa saja yang melintas. Cukup dengan berdiri di seberang jalan sambil mengagumi arsitektur dan detail bangunannya sudah terasa memuaskan—tanpa harus masuk, apalagi membeli barang di dalamnya.
Champs-Élysées adalah jalan yang lebar dan lurus sepanjang kurang lebih 2 kilometer, membentang dari Place de la Concorde di sisi timur hingga Arc de Triomphe di sisi barat. Berjalan menyusuri jalan sepanjang ini tentu bisa membuat kaki terasa pegal. Karena itu, tak perlu memaksakan diri. Berhentilah sejenak di kios street food di tepi jalan, belilah secangkir kopi, dan duduklah di kursi yang tersedia. Jeda sejenak sambil memperhatikan detail bangunan, pepohonan, serta lalu lalang orang menjadi pelengkap pengalaman yang berharga di Paris.
Monumen Kemenangan dan Api Abadi di Arc de Triomphe

Saat melangkah lebih jauh di Champs-Élysées dan bangunan Arc de Triomphe terlihat makin jelas, itu tandanya kita sudah mendekati ujung jalan. Ukuran monumen ini terasa makin raksasa seiring langkah kaki yang mendekat. Ada sensasi menyenangkan yang muncul: meski sudah tahu bahwa tujuan di ujung jalan adalah Arc de Triomphe, melihanya dari dekat seketika menghilangkan rasa lelah.
Pilar-pilar kokoh monumen ini terasa jauh lebih mengesankan dibandingkan saat dilihat dari kejauhan, apalagi jika hanya mengaguminya lewat foto majalah. Arc de Triomphe adalah ikonis Kota Paris dan titik krusial dalam tata kota. Ada dua belas jalan utama yang bertemu mengelilingi monumen ini, dan Champs-Élysées adalah salah satunya. Karena lalu lintas yang sangat padat, pengunjung tidak bisa langsung menyeberang jalan dari Champs-Élysées. Akses menuju monumen ini disediakan melalui terowongan bawah tanah khusus pejalan kaki.
Baca juga: Menelusuri Jejak di Bukares: Paris dari Timur, Kampus Tua, dan Salad Tomat
Monumen ini berdiri kokoh berupa gerbang megah setinggi sekitar 50 meter, lebar 45 meter, dan kedalaman 22 meter, dengan lengkuran utamanya mencapai tinggi 29 meter. Hampir seluruh permukaan monumen dihiasi relief serta ornamen yang mengisahkan sejarah militer Prancis. Skalanya yang begitu masif membuat siapa pun yang berdiri di bawahnya merasa sangat kecil.
Arc de Triomphe merupakan monumen kemenangan dan penghormatan bagi para prajurit Prancis yang diperintahkan untuk dibangun oleh Napoleon Bonaparte pada tahun 1806 setelah kemenangan dalam Pertempuran Austerlitz. Di bagian bawahnya terdapat Makam Prajurit Tak Dikenal (Tomb of the Unknown Soldier) yang didedikasikan bagi para tentara yang gugur dalam Perang Dunia I. Di atas makam tersebut menyala api abadi—api yang terus dijaga dan tidak pernah padam sejak pertama kali dinyalakan pada tahun 1923.
Paris mungkin tampak menarik saat disaksikan melalui layar ponsel atau layar videotron. Namun, Paris terasa jauh lebih hidup ketika kita hadir di dalamnya: saat memandang Eiffel dari kejauhan, saat melangkah di sepanjang Champs-Élysées dengan secangkir kopi di tangan, dan saat berdiri di bawah kemegahan Arc de Triomphe. Paris bisa saja kita tinggalkan, tetapi kenangan di dalamnya akan bertahan lama.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.










