News  

Atasi Kekeringan, BMH Resmikan Sumur Bor ke-298 di Kediri

BMH meresmikan sumur bor ke-298 di Pondok Pesantren Al-Harun, Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, 22 September 2026. (Foto: Dok BMH)

Milenianews.com, Kediri– Upaya menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat terus dilakukan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur. Pada 22 September 2026, BMH meresmikan sumur bor ke-298 di Pondok Pesantren Al-Harun, Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Pembangunan sumur bor ini menjadi bagian dari ikhtiar BMH dalam mengatasi persoalan kekeringan sekaligus menghadirkan akses air bersih yang lebih berkelanjutan bagi pesantren dan masyarakat sekitar.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Harun, Ust Abdul Qodir Djunaidi, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya sumur bor tersebut. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan adanya sumur bor ini. Air sangat dibutuhkan untuk aktivitas santri dan kebutuhan sehari-hari. Terima kasih kepada BMH dan para donatur,” ungkapnya.

Kebahagiaan juga dirasakan para santri. Azka, salah satu santri Pondok Pesantren Al-Harun, mengatakan, “Terima kasih,  BMH dan para donatur. Alhamdulillah sekarang kami punya air yang lebih mudah untuk kebutuhan sehari-hari.”

Baca Juga : BMH Resmikan Sumur Bor Ke-296 untuk Masjid dan Sekolah di Malang

Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, mengatakan bahwa sumur bor ke-298 ini merupakan bagian dari komitmen BMH untuk menghadirkan solusi air bersih bagi wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.

“Alhamdulillah, sumur bor ke-298 telah terealisasi di Kediri. Semoga air yang mengalir memberikan manfaat untuk santri dan masyarakat serta menjadi amal jariyah bagi para donatur,” ujar Imam Muslim.

Baca Juga : BMH Resmikan Sumur Bor Ke-295 untuk 500 Jiwa di Kediri

Hadirnya sumur bor membantu memenuhi kebutuhan air bersih santri dan lingkungan pesantren, baik untuk ibadah, kebersihan, maupun aktivitas sehari-hari. Program ini juga menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumber air yang terbatas, sekaligus memperkuat ketahanan air di tengah kondisi kekeringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *