Milenianews.com, Jakarta – Seminar Motivasi (SEMOT) 2026 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang memperkenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru. Selain memberikan motivasi dan membangun semangat mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal berbagai Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) yang dapat menjadi wadah pengembangan potensi selama menjalani perkuliahan.
Kehadiran ORMAWA dalam rangkaian SEMOT 2026 dikemas melalui Ormawa Expo. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru dapat berinteraksi langsung dengan pengurus organisasi, mengenal program kerja, serta mengetahui berbagai kesempatan yang dapat diikuti di luar kegiatan akademik.
Salah satu organisasi yang turut hadir dalam Ormawa Expo ialah BEM FEB UBSI. Organisasi tersebut menjadi salah satu wadah yang berperan dalam mendukung pengembangan mahasiswa sekaligus menjalankan berbagai program kerja untuk mahasiswa UBSI, khususnya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Baca juga: Semot UBSI 2026 Jadi Langkah Awal Maba Kenali Kampus dan Siapkan Target Karier
Ketua Umum BEM FEB UBSI, Siti Nazwa Rahmah, menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya memiliki fokus terhadap prestasi mahasiswa. Selain menjadi wadah pengembangan prestasi, organisasi juga menjalankan sejumlah program kerja yang melibatkan mahasiswa.
“BEM FEB UBSI adalah tempat prestasi para mahasiswa. Jadi, kami mewadahi prestasi mahasiswa. Selain itu, tugas kami sebagai wadah prestasi, kami juga menjalankan berbagau program kerja,” ujar Nazwa saat ditemui dalam Ormawa Expo SEMOT 2026.
Salah satu program kerja yang dijalankan ialah keikutsertaan dalam Ormawa Expo. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi organisasi untuk memperkenalkan keberadaan dan aktivitasnya kepada mahasiswa baru.
Selain Ormawa Expo, BEM FEB juga telah menyiapkan program kerja berikutnya berupa kunjungan industri. Kegiatan tersebut direncanakan akan berlangsung empat hari setelah SEMOT 2026 dilakukan dan menjadi salah satu bentuk pengalaman mahasiswa untuk mengenal dunia industri secara lebih dekat.
Persiapan untuk mengikuti SEMOT 2026 sendiri dilakukan dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Proses tersebut mencakup berbagai kebutuhan teknis dan administratif, termasuk menyesuaikan rencana kegiatan dengan anggaran yang tersedia.
“Persiapannya lumayan lama, sekitar dua minggu, hampir tiga minggu. Lumayan rumit juga karena harus menyesuaikan dengan waktu turunnya dana,” jelasnya.
Meski menghadapi sejumlah kendala dalam proses persiapan, seluruh kebutuhan akhirnya dapat disesuaikan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Ia menyebut persiapan yang cukup padat tersebut dapat dilalui sehingga pelaksanaan pada hari H tetap berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah, di hari H tetap berjalan dengan lancar. Semua rencananya sudah sesuai dengan RAB dan dana yang turun,” katanya.
Selama pelaksanaan SEMOT 2026, salah satu hal yang menarik perhatian Nazwa ialah penampilan mahasiswa dalam Panggung Kreasi. Menurutnya, panggung tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan berbagai bakat dan kemampuan di hadapan peserta lainnya.
“Tahun ini cukup banyak yang menampilkan bakat-bakatnya di pentas seni atau Panggung Ormawa Expo,” ungkapnya.
Tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, rangkaian SEMOT dan Ormawa Expo juga diharapkan dapat menjadi awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal dan tertarik mengikuti kegiatan organisasi.
Nazwa berharap mahasiswa baru dapat menjadi bagian dari regenerasi ORMAWA UBSI pada masa mendatang. Ia juga membuka peluang bagi mahasiswa baru untuk bergabung dan berkontribusi dalam organisasi setelah mulai mengenal lingkungan kampus.
“Harapannya teman-teman mahasiswa baru bisa menjadi harapan bagi ORMAWA, khususnya kita sebagai BEM FEB. Semoga mereka bisa bergabung mungkin di periode depan atau periode setelahnya,” ujarnya.
Keberadaan Ormawa Expo dalam SEMOT 2026 diharapkan dapat membantu mahasiswa baru mengenal berbagai pilihan organisasi di lingkungan UBSI. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat menemukan wadah yang sesuai dengan minat, potensi, dan tujuan pengembangan diri selama menjalani perkuliahan.
Bagi ORMAWA, kehadiran mahasiswa baru juga menjadi peluang untuk melanjutkan proses regenerasi. Sementara bagi mahasiswa, keterlibatan dalam organisasi dapat menjadi pengalaman untuk mengembangkan kemampuan, memperluas relasi, serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan kampus.







