Milenianews.com, Bengkulu— Hari pertama sekolah yang biasanya diwarnai tangisan justru berubah menjadi pemandangan hangat di TK Shigor Montessori Islamic School Bengkulu. Pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sebagian besar murid baru yang baru pertama kali mengenal dunia sekolah mampu memasuki gerbang sekolah tanpa didampingi orang tua.
Sesampainya di gerbang, para murid langsung disambut hangat oleh guru bersama Little Teacher, yaitu kakak kelas yang diberi amanah untuk menjadi teman pertama bagi adik-adik baru. Mereka mengajak bermain, menunjukkan ruang kelas, hingga menemani selama proses adaptasi sehingga murid baru merasa memiliki teman sejak langkah pertama di sekolah.
Konsep Little Teacher menjadi salah satu ciri khas pendekatan Montessori yang diterapkan di TK Shigor Montessori Islamic School. Selain melatih jiwa kepemimpinan dan empati anak yang lebih besar, kehadiran kakak kelas terbukti mampu menghadirkan rasa aman bagi murid baru karena mereka belajar melalui interaksi dengan teman sebaya.
Baca Juga : Takrim Mutakharrijin dan Buka Bersama Shigor Center Bengkulu: Rayakan Kelulusan, Perkuat Silaturahmi!
Keberhasilan tersebut tidak terjadi begitu saja. Sebelum tahun ajaran dimulai, sekolah menggelar Parent’s Meet untuk menyamakan persepsi dengan orang tua mengenai proses adaptasi anak. Sekolah juga secara rutin membagikan afirmasi positif yang dibisikkan orang tua kepada anak sebelum tidur dan sebelum berangkat sekolah sebagai bekal membangun rasa percaya diri dan keberanian.
Seluruh lingkungan sekolah pun dipersiapkan agar benar-benar ramah anak, mulai dari alur kedatangan, penyambutan, hingga kegiatan yang menyenangkan sehingga anak merasa aman dan diterima sejak hari pertama.

Kepala TK Shigor Montessori Islamic School, Putri Rezeki Rahayu, Lc., M.Ag., Mont.Dipl., mengatakan keberanian anak berpisah dengan orang tua merupakan hasil kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
“Kami percaya setiap anak memiliki potensi untuk mandiri. Tugas kami adalah menyiapkan lingkungan yang aman, menyenangkan, dan penuh kasih. Ketika orang tua memberikan afirmasi positif di rumah, guru menyambut dengan hangat, dan kakak-kakak Little Teacher hadir sebagai teman pertama mereka, anak akan lebih mudah beradaptasi tanpa rasa takut,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan MPLS di TK Shigor Montessori Islamic School menjadi bukti bahwa adaptasi anak dapat berlangsung menyenangkan apabila dipersiapkan secara menyeluruh. “Kolaborasi antara sekolah, orang tua, guru, dan Little Teacher menghadirkan pengalaman pertama di sekolah yang penuh keberanian, keceriaan, dan rasa percaya diri sejak langkah pertama memasuki gerbang sekolah,” kata Putri Rezeki Rahayu.













