Piala Dunia 2026: Amerika Serikat Kunci Lolos ke Fase Gugur Setelah Kalahkan Australia

Milenianews.com, Jakarta – Kadang sepak bola memang kejam dengan caranya sendiri. Satu tim datang membawa harapan untuk memperpanjang napas, sementara tim lain justru mengubah pertandingan menjadi formalitas menuju babak berikutnya. Australia mencoba bertahan hidup, tetapi Amerika Serikat memilih langsung mengurus tiket lolos.

Tim berjuluk The Stars and Stripes memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Australia dengan skor 2-0 pada laga kedua Grup D di Lumen Field, Seattle, Sabtu (20/6) dini hari WIB. Kemenangan ini membuat pasukan Mauricio Pochettino mengoleksi enam poin sempurna dari dua pertandingan.

Baca juga: Menang 1-0 Atas Australia, Timnas Indonesia U23 Cetak Sejarah!

Gol Bunuh Diri Membuka Jalan

Amerika Serikat langsung mengambil kendali permainan sejak menit awal. Tekanan tinggi membuat lini belakang Australia kesulitan mengembangkan permainan dan dipaksa melakukan banyak kesalahan.

Petaka bagi Socceroos datang pada menit ke-13. Berusaha menghalau umpan tarik Folarin Balogun, Cameron Burgess justru mengarahkan bola ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri itu membuat publik tuan rumah bergemuruh, sementara Australia harus memulai laga dari posisi tertinggal.

Sejak saat itu, pertandingan lebih banyak berjalan sesuai skenario Amerika Serikat. Weston McKennie dan kolega mendominasi lini tengah, membuat Australia kesulitan mempertahankan penguasaan bola lebih dari beberapa sentuhan.

Freeman Menggandakan Luka Australia

Keunggulan Amerika Serikat bertambah menjelang turun minum.

Berawal dari skema bola mati, bola liar hasil blok pemain Australia melambung di dalam kotak penalti. Alex Freeman yang berdiri bebas langsung menyambutnya dengan sundulan keras yang gagal dihentikan Patrick Beach.

Gol sempat diperiksa melalui VAR karena dugaan offside. Namun setelah peninjauan, wasit mengesahkan gol tersebut. Skor 2-0 menutup babak pertama sekaligus menjadi pukulan telak bagi Australia.

Australia Bangkit Terlambat

Memasuki babak kedua, pelatih Tony Popovic mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan sejumlah pemain inti, termasuk menarik keluar Burgess yang mengalami malam buruk.

Pergantian itu sempat memberi sedikit energi baru. Cristian Volpato memperoleh peluang pada menit ke-61, tetapi penyelesaiannya masih melebar dari sasaran.

Australia kemudian mulai meningkatkan intensitas serangan. Sayangnya, tekanan tersebut tidak cukup tajam untuk membongkar pertahanan Amerika Serikat yang tampil disiplin.

Pochettino merespons dengan melakukan sejumlah pergantian pemain guna menjaga keseimbangan tim. Strategi itu berhasil meredam kebangkitan Australia hingga peluit panjang dibunyikan.

Baca juga: A-OK Hotdog, Restoran Spesialis Hot Dog Khas Amerika yang Patut Dicoba di Jakarta

Kemenangan 2-0 memastikan Amerika Serikat mengumpulkan enam poin dan mengamankan satu tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Sebaliknya, Australia kini berada dalam posisi sulit. Kekalahan ini membuat mereka harus berjuang habis-habisan pada laga terakhir fase grup jika masih ingin menjaga asa melanjutkan perjalanan.

Amerika Serikat menunjukkan bahwa bermain di kandang bukan sekadar soal dukungan suporter. Ketika organisasi permainan berjalan rapi dan lawan dipaksa terus melakukan kesalahan, tiket menuju fase gugur memang terasa seperti hadiah yang datang lebih cepat dari jadwal.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *