Milenianews.com, Bogor– SMA Bina Insani-Bogor fokus terhadap proses pembelajaran yang mengoptimalkan kemampuan siswa dan melakukan penilaian pembelajaran yang tepat. Sebanyak 75 siswa SMA Bina Insani yang telah menempuh pendidikan di SMA Bina Insani selama 3 tahun menjalani Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) yang diselenggarakan dari tanggal 3 – 13 Februari 2026 untuk Ujian Praktik dan tanggal 24 – 27 Februari 2026 s.d. 2 – 5 Maret 2026 untuk Ujian Tertulis.
PSAJ ini diselenggarakan sebagai upaya penilaian dan asesmen dilakukan secara berkala sebagai evaluasi berjalannya pembelajaran. Juga sebagai hasil akhir peserta didik mengenyam pendidikan di level sekolah menengah melalui Sumatif Akhir Jenjang sebagai penentu kelulusan siswa.

Kelulusan siswa pada akhir jenjang memang merupakan wewenang sekolah yang didasarkan pada penilaian oleh guru. Hal ini sesuai dengan UU Sisdiknas dan juga prinsip pendidikan bahwa yang paling memahami siswa adalah guru. Dari sisi bentuk ujian, guru boleh dan diharapkan menggunakan beragam bentuk asesmen. Hal ini bisa berupa tes tertulis seperti saat ini. Namun guru juga boleh menggunakan asesmen bentuk lain seperti penugasan, portofolio siswa, ujian praktik dan bahkan proyek kolaboratif. Namun demikian pelaksanaanya perlu diorganisir secara baik dan terprogram. Mulai dari persiapan, pelaksanaan, sampai tahap penyelesaian yang semuanya terangkum dalam isi program kerja. SMA Bina Insani membentuk panitia khusus untuk ini.
“Penentu kelulusan siswa dikembalikan kepada pihak sekolah melalui penyelenggaraan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ). Sehingga, kualitas ujian tetap harus dijaga dan diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan siswa namun juga sebagai bukti tercapainya tujuan pendidikan di tingkat sekolah,” kata Kepala SMA Bina Insani, M. Nasir Rusunah, Rabu (4/3/2026).
Ia menambahkan, meski demikian, sekolah memiliki kemerdekaan untuk menilai kompetensi siswa. Penilaian Sumatif Akhir Jenjang sekolah dapat dilakukan dalam bentuk teks tertulis dan bentuk penilaian lain yang lebih komprehensif seperti portofolio dan penugasan terhadap peserta didik pada akhir jenjang, yaitu kelas XII. Peserta didik yang nantinya dinyatakan lulus dari satuan program pendidikan apabila menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik dan mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

“Mulai tahun ini, SMA Bina Insani kembali mewajibkan semua mata pelajaran menjalankan tes tertulis di semua jenjang penilaian. Hal ini dalam rangka pengukuran daya serap siswa yang lebih terukur, penguasaan konsep terpantau dan tentu untuk level bawah sebagai antisipasi tes kompetensi akademik nanti,” kata Nasir.
Baca Juga : SMA Bina Insani Gelar Pinter Ramadhan, Diikuti Siswa Kelas X, XI dan XII
Ketua Panitia Pelaksana PSAJ, Widi Marmoyo, menjelaskan maksud dan tujuan penyelenggaraan PSAJ ini. “PSAJ diselenggarakan dalam rangka menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Juga untuk melihat kemampuan peserta didik yang selama ini telah melalui masa proses pembelajaran,” kata Widi.
“Siswa kami, insya Allah bisa menjalani dengan baik proses penilaian ini. Dengan berbagai persiapan dan pembekalan dari guru saat pembelajaran, siswa kelas XII mampu mendapatkan nilai terbaiknya. Sehingga, dalam PSAJ ini, sekolahpun memperoleh gambaran mengenai hasil belajar yang telah dilakukan siswa selama menempuh pendidikan di SMA Bina Insani”, pungkas Widi.













