Milenianews.com, Bogor—Seni pupuh adalah puisi tradisional Sunda yang terikat oleh aturan guru wilangan (jumlah suku kata), guru lagu (suara vokal akhir), dan watek (karakter/watak).
Salah seorang siswa SD Bina Insani, Bogor, Asshara Queennisa Bilqis adalah pencinta seni pupuh. “Saya belajar pupuh sejak kelas 4 SD,” kata Asshara Queennisa Bilqis yang kini duduk di bangku kelas 6A.
Ditanya mengapa tertarik pupuh, Assahara menjawab, “Karena pupuh sangat unik. Selain itu, saya senang dengan budaya Sunda tentunya.”
Assahara pun rajin mengikuti lomba pupuh dan beberapa kali meraih juara:
Juara 2 tingkat kecamatan Tanah Sareal Tahun 2023
* Juara Harapan 1 Tingkat Kota Bogor Tahun 2023
* Juara 1 tingkat Kecamatan Tanah Sereal Tahun 2024
* Juara 3 tingkat kecamatan Tanah sereal Tahun 2025
Atas kecintaannya terhadap pupuh dan keberhasilannya meraih juara, Assahara sering diundang tampil untuk menunjukkan kebolehannya itu. “Alhamdulillah, saya sering tampil di acara sekolah dan luar sekolah,” ujarnya.
Tak lupa ia menyematkan pesan kepada para remaja pencinta seni pupuh. “Tetap semangat dan pantang menyerah juga harus menjiwai dan konsisten dalam latihan,” kta Assahara.
Baca Juga : Siswa Bina Insani, Muhammad Raffa Diansyaputra, Cinta Seni Pupuh dan Sering Jadi Juara
Ayah Assahara, Fahmi Awaludin sangat mendukung hobi anaknya menekuni pupuh. Menurutnya, dengan menekuni hobi pupuh, maka anak lebih mencintai budaya Sunda. “Selain itu, anak lebih percaya diri dan memiliki pertemanan yang luas,” kata Fahmi.
Sebagai orang tua, Fahmi melakukan upaya-upaya untuk memajukan anaknya dalam seni pupuh, yakni:
- Memberikan kesempatan anak latihan dengan sebaik-baiknya.
- Mendukung dalam bentuk biaya, waktu dan tenag













