Robot ini Menuntun Tunanetra di Jalanan

Robot ini Menuntun Tunanetra di Jalanan

Milenianews.com – Anjing pemandu dapat memainkan peran penting bagi tunanetra, bagaimana jadinya jika Robot dapat menggantikan anjing pemandu? Anjing pemandu tidak selamanya bisa diandalkan semua orang. Baberapa orang mungkin terkendala dengan biaya perawatan, tempat tinggal, atau bahkan alergi membuat anjing kurang cocok untuk banyak orang.

Dilansir dari New Atlas (27/7), peneliti di Loughborough University melakukan eksperimen untuk menggantikan fungsi anjing pemandu tunanetra ke perangkat robot yang dapat digenggam.

Perangkat itu diberi nama Theia dan dirancang oleh mahasiswa desain industri Anthony Camu, yang mendapat inspirasi dari konsol gim virtual reality dan kendaraan otonom. Teknologi ini masih dalam bentuk purwarupa. 

Theia prototipe dikandung oleh mahasiswa desain industri Anthony Camu, yang menarik inspirasi dari konsol game realitas virtual dan kendaraan otonom
Theia prototipe oleh mahasiswa desain industri Anthony Camu, yang menarik inspirasi dari konsol game realitas virtual dan kendaraan otonom (Sumber : New Atlas)

Inti dari perangkat tersebut adalah gyroscope control momment, yang sering ditampilkan sebagai bagian dari sistem kontrol ketinggian pesawat luar angkasa, termasuk pada Stasiun Luar angkasa Internasional. Teknologi ini menggerakkan tangan pengguna untuk mengarahkan ke tujuan yang diinginkan.

Theia akan menemukan jalannya melalui sistem lidar dan kamera untuk membangun citra tiga dimensi dari lingkungan sekitar. Pengguna dapat memasukkan tujuan melalui perintah suara, dan prosesor di dalamnya akan menentukan jalur terbaik. Juga mempertimbangkan data real-time lalu lintas pejalan kaki, mobil, serta cuaca.

Baca Juga: Harley-Davidson Gunakan Teknologi Gyroscope Untuk Bantu Stabilisasi

Purwarupa saat ini masih rentan terhadap getaran. Camu berharap bahwa berharap dengan pengembangan, Theia menjangkau lingkungan yang lebih kompleks seperti lift, tangga, perlintasan pejalan kaki dan sebagainya.

“Keterbatasan seperti itu biasanya terbentuk karena rasa takut dan kecemasan terkait dengan memiliki pemahaman parsial tentang lingkungan. Theia memiliki kapasitas untuk memperluas zona nyaman dan cakrawala orang tunanetra. Serta memungkinkan mereka untuk berpikir untuk mulai berjalan dan tentang apa yang menunggu mereka di akhir rute.” Tutup Camu.(Abdul Latif)

https://youtu.be/GHGBcwWWNOs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *