Milenianews.com, Bogor—Rektor Universitas UMMI Bogor, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS mengemukakan, di antara sumber-sumber rasa sakit yang dirasakan oleh manusia, kebanyakan berasal dari 4 hal berikut ini:
- Terlalu ingin memiliki sesuatu yang di mana hal tersebut belum waktunya untuk dimiliki.
“Hasilnya tidak sabaran, memaksakan diri, hidup di luar kemampuan dan terbebani dengan banyaknya tanggungan yang sebenarnya tidak perlu,” kata Prof. Rokhmin Dahuri, Senin (12/1/2026).
- Menginginkan apa yang ada di tangan orang lain tanpa mau tahu apa yang mereka korbankan untuk mendapatkannya.
.”Padahal setiap nikmat, selalu ada konsekuensinya. Semakin mahal kendaraan, semakin tinggi pajaknya. Semakin besar rumah, semakin susah perawatannya. Begitulah kira-kira,” kata Prof. Rokhmin Dahuri yang juga Guru Besar Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan IPB University.
Ia menambahkan, belum lagi pada hal yang lain. “Karena sebenarnya, dari setiap hal baik yang kau lihat dari hidupnya seseorang. Pasti ada sesuatu yang Allah ambil darinya, yang jika kita tahu, mungkin kesedihannya belum tentu mampu kita tanggung,” ujar Prof. Rokhmin yang juga Anggota Komisi IV DPR RI.
- Tidak menjadikan ibadah kepada Allah sebagai prioritasnya. Hampir semua rasa sakit dan kekecewaan manusia, lantaran yang menjadi fokusnya adalah sesuatu yang sifatnya duniawi.
“Harta, pekerjaan, cinta, kedudukan dan pengakuan. Begitu tidak dapat?? Kecewa, sedih dan marah. Padahal ada aktivitas yang tak perlu berebut untuk bisa melakukannya. Ibadah kepada Allah. Bisa kapan saja, peluang terbuka lebar, dan belum pernah ada ceritanya orang stress karena kebanyakan ibadah,” kata Prof. Rokhmin.
- Kurang syukur atas pembagian Allah. Padahal setiap rezeki sudah ada takarannya. Sudah sesuai dengan kadarnya.
“Allah tahu setiap kadar manusia. Mungkin kita berpikir bahwa banyak itu enak. Tapi Allah lebih tahu.. Bahwa ada sebagian manusia yang begitu diberi banyak, dia malah celaka,” tuturnya.
Prof. Rokhmin mengatakan, air kalau cukupan itu menyegarkan dan jadi sebab kehidupan. Tapi kalau berlebihan, dia jadi musibah dan menenggelamkan. “Terima ukuranmu. Dan bersyukurlah dengan itu. Selalu merasa kurang dengan pembagian Alloh adalah sebab kesedihan di dunia,” ujarnya.
Prof. Rokhmin menegaskan , Allah SWT (Islam) memberi pedoman hidup insan yg sukses dan bahagia di dunia dan akhirat adalah: (1) beriman dan taqwa kepada Allah, (2) beikhtiar dan bekerja sebaik dan seprofesional mungkin untuk menggapai target duniawi, dengan niat karena Allah agar di akhirat nanti jadi penghuni surga, (3) hasilnya kita serahkan dengan ikhlas (tawakal) kepada Allah, dan (4) berbuat baik dengan sesama insan, silaturrahim, jalin persahabatan, jangan ada hasad dan dengki.













