Milenianews.com, Sumenep– Langkah kaki para pelari dalam SedulurRun 2025 tak hanya menorehkan kilometer, tapi juga harapan. Dari setiap tapak sepatu itu, lahir kebaikan nyata: bantuan alat tulis kantor (ATK) untuk siswa di Pondok Pesantren Rahmatul Ulum, Pulau Sabuntan, Sumenep, Jawa Timur.
Pulau kecil di ujung Nusantara ini termasuk wilayah 3T—terdepan, terluar, dan tertinggal. Akses terhadap sarana pendidikan masih sangat terbatas. Namun, semangat belajar para santri tak pernah surut. Kini, dukungan dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur datang tepat waktu.
“Terima kasih, kakak. Sekarang saya punya alat tulis baru untuk belajar,” ujar Adim Ariadi, salah satu siswa penerima bantuan, dengan mata berbinar.

Dari Pelari, untuk Anak Bangsa
Bantuan ini merupakan bagian dari amanah yang terkumpul melalui event SedulurRun 2025. Setiap pelari yang berlari bukan hanya mengejar garis finis, tapi juga berlari demi masa depan anak-anak di pelosok negeri.
Baca Juga : Perjuangan Menjangkau Kawasan 3T, Kurban BMH ke Pulau Sabuntan
Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, menjelaskan bahwa donasi ini adalah bentuk kepedulian nyata terhadap pendidikan di daerah terpencil.
“Kami ingin memastikan anak-anak di kepulauan terluar tetap semangat belajar. ATK mungkin terlihat kecil, tapi dampaknya besar bagi rasa percaya diri mereka,” katanya.

Belajar Lebih Percaya Diri
Sebelumnya, banyak santri harus berbagi buku, bolpoin habis tinta, atau bahkan menulis di kertas bekas. Kini, mereka memiliki perlengkapan belajar yang layak. Tak hanya memudahkan proses belajar, bantuan ini juga menumbuhkan keyakinan: mereka tidak sendiri.
Baca Juga : BMH Hadirkan Bingkisan Sarung untuk Semangat Ibadah Masyarakat Pulau Sabuntan
BMH Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan amanah kebaikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. Terutama di bidang pendidikan, yang menjadi fondasi masa depan bangsa.
Di penghujung 2025, langkah-langkah kecil—dari pelari hingga santri—saling menyambung. Membentuk jembatan harapan yang tak terlihat, tapi nyata dirasakan.













