Sejarah Perkembangan Filsafat Ilmu dan Relevansinya di Era Modern

filsafat ilmu

Milenianews.com, Mata Akademisi – Filsafat merupakan suatu ilmu pengetahuan yang bersifat eksistensial, karena sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia sehari-hari. Bahkan, dapat dikatakan bahwa filsafat menjadi motor penggerak dalam kehidupan manusia, baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial dalam suatu masyarakat dan bangsa.

Filsafat ilmu sendiri merupakan refleksi filosofis terhadap hakikat ilmu pengetahuan. Proses refleksi ini tidak mengenal titik henti, karena ilmu selalu diarahkan pada pencarian kebenaran dan kenyataan. Dengan memahami filsafat ilmu, manusia diajak untuk menelusuri seluk-beluk ilmu pengetahuan secara mendasar, mulai dari perspektif keilmuannya, kemungkinan pengembangannya, hingga keterkaitan antar berbagai cabang ilmu.

Filsafat sebagai Induk Ilmu

Secara konseptual, filsafat dapat dipahami sebagai ilmu yang mempelajari hakikat kebenaran segala sesuatu secara mendalam dan sungguh-sungguh. Sementara itu, ilmu pengetahuan merupakan metode berpikir objektif dalam menggambarkan dan memberi makna terhadap dunia faktual. Ilmu bekerja dengan prinsip pengorganisasian dan sistematisasi pengetahuan.

Ilmu memiliki beberapa indikator utama, di antaranya bersifat akumulatif, kebenarannya tidak mutlak, dan berlandaskan objektivitas. Dalam perkembangannya, ilmu pengetahuan mengalami beberapa fase historis, yaitu fase Pra Yunani Kuno, Yunani Kuno, Abad Pertengahan, Zaman Renaissance, Zaman Modern, dan Zaman Kontemporer (Siti Mariyah, 2021).

Relasi Filsafat dan Ilmu Pengetahuan

Secara historis, filsafat dipandang sebagai induk dari seluruh ilmu pengetahuan. Seiring perkembangan zaman, ilmu-ilmu kemudian mengalami spesialisasi dan menjadi disiplin yang mandiri. Namun demikian, tidak semua persoalan kehidupan dapat dijawab oleh ilmu secara empiris dan teknis.

Pada titik inilah filsafat kembali menjadi tumpuan untuk memberikan penjelasan yang bersifat mendasar dan radikal. Ilmu terus mengembangkan dirinya dalam batas wilayah tertentu, sementara filsafat berperan mengkritisi, merefleksikan, dan mengarahkan ilmu agar tidak kehilangan makna. Interaksi inilah yang menjadi objek kajian filsafat ilmu, sehingga filsafat ilmu dapat dipahami sebagai jembatan antara filsafat dan ilmu pengetahuan.

Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Perkembangan Ilmu pada Zaman Pra Yunani Kuno

Zaman Pra Yunani Kuno berlangsung sebelum abad ke-15 SM, ketika manusia belum mengenal peralatan modern. Pada masa ini, manusia masih menggunakan alat-alat sederhana dari batu. Zaman batu diperkirakan berlangsung sejak sekitar empat juta tahun hingga 20.000 SM. Pengetahuan yang berkembang masih bersifat praktis dan berkaitan langsung dengan kelangsungan hidup manusia.

Baca juga: Qirā’at QS. Al-Ahzab: 33 dan Ruang Karir Perempuan dalam Perspektif Matan Syatibi

Perkembangan Ilmu pada Zaman Yunani Kuno

Zaman Yunani Kuno menjadi periode penting dalam sejarah peradaban manusia. Pada masa ini, masyarakat mulai beralih dari cara berpikir mitologis menuju cara berpikir rasional. Fenomena alam seperti gempa bumi dan pelangi yang sebelumnya dijelaskan melalui mitos, mulai dipahami sebagai peristiwa alamiah.

Dengan lahirnya filsafat, manusia Yunani mulai menggunakan akal budi untuk memahami realitas. Perubahan pola pikir ini menandai awal peradaban rasional dan menjadikan Yunani sebagai pusat pemikiran yang berpengaruh sepanjang sejarah.

Perkembangan Ilmu pada Abad Pertengahan

Zaman Pertengahan ditandai dengan dominasi para teolog dalam bidang ilmu pengetahuan. Aktivitas ilmiah pada masa ini banyak diarahkan untuk mendukung kebenaran agama. Ilmu diposisikan sebagai ancilla theologiae atau abdi agama. Meskipun demikian, berbagai temuan ilmiah tetap muncul dan menjadi dasar bagi perkembangan ilmu selanjutnya.

Perkembangan Ilmu pada Zaman Renaissance

Zaman Renaissance, yang berlangsung sekitar abad ke-14 hingga ke-16, ditandai sebagai era kebangkitan pemikiran yang lebih bebas dari dominasi dogma agama. Manusia mulai dipandang sebagai animal rationale, makhluk rasional yang mampu menentukan kemajuannya sendiri.

Pada masa ini, penemuan-penemuan ilmiah modern mulai dirintis, terutama dalam bidang astronomi. Pemikiran rasional kembali berkembang, terinspirasi oleh semangat intelektual Yunani Kuno.

Perkembangan Ilmu pada Zaman Modern

Zaman Modern, yang berlangsung sekitar abad ke-17 hingga ke-19, ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa. Ilmu mencapai puncak kejayaannya melalui tokoh-tokoh besar, salah satunya Isaac Newton. Melalui karyanya Philosophiae Naturalis Principia Mathematica, Newton merumuskan hukum gravitasi dan prinsip-prinsip mekanika yang menjadi fondasi ilmu fisika modern.

Perkembangan Ilmu pada Zaman Kontemporer

Zaman Kontemporer ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang sangat pesat, khususnya dalam bidang fisika. Fisika dipandang sebagai ilmu yang membahas unsur-unsur fundamental pembentuk alam semesta. Pada era ini, ilmu berkembang secara multidisipliner dan saling terhubung satu sama lain.

Filsafat Ilmu di Era Digital

Di era digital saat ini, filsafat ilmu memiliki peran yang semakin penting. Filsafat ilmu memberikan landasan untuk memahami bagaimana pengetahuan diperoleh, bagaimana kebenaran diuji, serta bagaimana ilmu digunakan secara etis dalam kehidupan sehari-hari.

Perkembangan teknologi telah mengubah cara manusia mengakses pengetahuan. Informasi dapat diperoleh dengan cepat dan tanpa batas. Namun, kecepatan informasi tidak selalu menjamin kebenaran. Filsafat ilmu membantu manusia menyadari bahwa pengetahuan tetap memerlukan proses verifikasi, analisis kritis, dan dasar ilmiah yang kuat.

Objek kajian filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan itu sendiri. Ilmu senantiasa berkembang mengikuti perubahan zaman dan kondisi sosial, tanpa sepenuhnya meninggalkan pengetahuan lama. Pengetahuan lama justru menjadi pijakan penting dalam menemukan pengetahuan baru.

Dengan demikian, filsafat ilmu berperan menjaga arah perkembangan ilmu agar tetap bermakna, kritis, dan bertanggung jawab. Ia menjadi fondasi penting dalam memahami pengetahuan secara utuh, baik dalam konteks akademik maupun dalam kehidupan manusia secara luas.

Penulis: zalfa zahiyah paputungan, Mahasiswi institut ilmu al-qur’an(iiq) jakarta

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *