Milenianews.com, Mata Akademisi — Filsafat ilmu merupakan bidang kajian yang membahas bagaimana manusia memperoleh pengetahuan yang benar. Meskipun sering dianggap sebagai kajian yang berat dan abstrak, filsafat ilmu sejatinya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tujuan utama mempelajari filsafat ilmu adalah membantu manusia berpikir lebih jernih, tidak mudah tertipu, serta mampu mengambil keputusan secara lebih bijak.
Filsafat disebut sebagai dasar dari seluruh ilmu pengetahuan. Artinya, berbagai ilmu yang berkembang saat ini, baik ilmu alam, sosial, maupun humaniora, berawal dari cara berpikir filsafat. Oleh karena itu, dengan mempelajari filsafat ilmu, manusia dapat memahami bagaimana ilmu pengetahuan terbentuk, dikembangkan, dan digunakan dalam kehidupan.
Filsafat Ilmu sebagai Alat Membedakan Informasi Benar dan Salah
Di era digital, manusia menerima informasi dalam jumlah besar setiap hari, terutama melalui internet dan media sosial. Informasi tersebut tidak semuanya benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Filsafat ilmu melatih seseorang untuk tidak langsung menerima informasi secara mentah.
Melalui pendekatan filsafat ilmu, seseorang dibiasakan untuk mempertanyakan sumber, bukti, dan logika suatu informasi. Pertanyaan seperti “apakah ada data pendukung?” atau “apakah informasi ini masuk akal?” menjadi kebiasaan berpikir. Sikap ini sangat penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh hoaks atau pendapat yang menyesatkan.
Mengajak Manusia Menilai Cara Berpikir Sendiri secara Kritis
Filsafat ilmu juga mengajarkan manusia untuk mengkritisi cara berpikirnya sendiri. Banyak keputusan diambil berdasarkan emosi, kebiasaan, atau pengaruh lingkungan sekitar. Dengan memahami filsafat ilmu, seseorang diajak untuk meninjau kembali alasan di balik setiap keputusan yang diambil.
Dalam kehidupan sehari-hari, sikap ini tercermin saat menghadapi perbedaan pendapat. Alih-alih bereaksi secara emosional, seseorang akan berusaha memahami sudut pandang orang lain dan membandingkannya secara rasional. Pendekatan ini membantu menciptakan hubungan sosial yang lebih sehat dan dewasa.
Dasar dalam Menentukan Pilihan Hidup
Dalam kehidupan, manusia dihadapkan pada berbagai pilihan, mulai dari cara belajar, pengelolaan waktu, hingga perencanaan masa depan. Filsafat ilmu membiasakan manusia berpikir secara sistematis dan terstruktur sebelum menentukan pilihan.
Setiap keputusan dipertimbangkan berdasarkan dampak positif dan negatifnya. Dengan demikian, keputusan yang diambil tidak semata-mata berdasarkan perasaan, tetapi juga pertimbangan rasional. Sikap ini membantu seseorang menjalani hidup dengan lebih terarah dan bertanggung jawab.
Baca juga: Qirā’at QS. Al-Ahzab: 33 dan Ruang Karir Perempuan dalam Perspektif Matan Syatibi
Membentuk Sikap Siap Menghadapi Perubahan Zaman
Ilmu pengetahuan bersifat dinamis dan terus berkembang. Apa yang dianggap benar pada masa tertentu dapat berubah seiring ditemukannya pengetahuan baru. Filsafat ilmu mengajarkan manusia untuk tidak bersikap kaku terhadap perubahan.
Sikap terbuka ini sangat penting dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang cepat. Dengan memahami filsafat ilmu, seseorang lebih siap beradaptasi, tidak mudah terkejut oleh perubahan, serta mampu menyesuaikan diri tanpa kehilangan nilai-nilai dasar dalam berpikir.
Pengingat bahwa Ilmu Tidak Pernah Final
Salah satu pesan utama filsafat ilmu adalah bahwa pengetahuan tidak bersifat mutlak dan final. Ilmu selalu terbuka untuk dikritisi dan dikaji ulang. Kritik terhadap ilmu bukan bertujuan melemahkan, melainkan menyempurnakan agar semakin bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Dalam kehidupan sehari-hari, sikap ini membentuk pribadi yang rendah hati dan terbuka terhadap pembelajaran baru. Seseorang tidak mudah merasa paling benar dan selalu bersedia memperbaiki pemahamannya. Sikap seperti ini penting dalam membangun relasi sosial dan pengembangan diri.
Menumbuhkan Tanggung Jawab dalam Menggunakan Pengetahuan
Filsafat ilmu juga menanamkan kesadaran bahwa setiap pengetahuan harus digunakan secara bertanggung jawab. Setiap tindakan yang didasarkan pada pengetahuan memiliki konsekuensi bagi diri sendiri dan orang lain.
Contohnya dalam penggunaan media sosial, filsafat ilmu mendorong kehati-hatian agar tidak menyebarkan informasi yang merugikan pihak lain. Dengan sikap bertanggung jawab, ilmu pengetahuan dapat menjadi sarana kebaikan, bukan sumber masalah.
Filsafat Ilmu dalam Kehidupan Sehari-hari
Secara singkat, filsafat ilmu membantu manusia berpikir lebih hati-hati, kritis, dan bijaksana dalam menjalani kehidupan. Filsafat ilmu membuat seseorang tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas, mampu melihat persoalan secara lebih tenang, serta siap menghadapi perubahan yang terus terjadi.
Meskipun terdengar rumit, filsafat ilmu memiliki manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia bukan sekadar teori abstrak, melainkan pedoman berpikir yang membentuk sikap kritis, reflektif, logis, terbuka, dan bertanggung jawab.
Dari pembahasan tersebut dapat dipahami bahwa filsafat ilmu bukanlah kajian yang jauh dari kehidupan manusia. Filsafat ilmu membantu manusia memahami bagaimana pengetahuan diperoleh, bagaimana kebenaran dinilai, serta bagaimana ilmu seharusnya digunakan.
Dengan mempelajari filsafat ilmu, seseorang dibiasakan untuk berpikir kritis, tidak mudah menerima informasi secara mentah, serta mampu menimbang persoalan secara rasional sebelum mengambil keputusan. Sikap ini sangat penting dalam menghadapi kehidupan modern yang penuh tantangan dan perubahan.
Penulis: Nazwah Muzdallipah, Mahasiswa Semester 1 Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta (IAT)
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













