Milenianews.com, Purwokerto — Era digital menuntut generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi inovator. Hal tersebut disampaikan oleh Ricky Sastra, Partner dari DICO (Digital Creative Community), dalam kegiatan Workshop Pahlawan Digital 2025 bertema “The Power of Digital Creativity with AI” yang digelar pada Kamis (6/11) di Hotel Luminor Purwokerto.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara DICO dan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Purwokerto, yang juga disponsori oleh Universitas Nusa Mandiri (UNM), Cyber University (Universitas Siber Indonesia), serta didukung oleh KIAN EO, Mandiri Digital Universe (MDU), dan Digital Creative Center (DCC). Kegiatan workshop diikuti oleh pelajar, guru, dosen, dan masyarakat umum yang antusias mendalami pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Sebagai salah satu narasumber utama, Ricky Sastra menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran digital yang kreatif di kalangan peserta, terutama pelajar dan tenaga pendidik. “Harapannya, siswa dan guru tidak hanya menggunakan AI sebatas alat bantu, tetapi mampu memanfaatkannya secara kreatif untuk menunjang proses pembelajaran dan pengajaran di Indonesia,” ujar Ricky dalam siaran pers yang diterima milenianews.com, Senin (10/11).
Dalam paparannya, Ricky memperkenalkan NotebookLM, sebuah aplikasi berbasis AI dari Google yang dirancang untuk memudahkan guru dalam menyiapkan materi dan evaluasi pembelajaran. Ia menilai bahwa AI seharusnya menjadi powerful tool yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan, bukan sekadar tren teknologi sesaat.
“Aplikasi seperti NotebookLM bisa membantu guru menyiapkan materi, tugas, hingga evaluasi secara cepat dan efisien. Ini bukti bahwa AI bisa menjadi mitra produktif bagi pendidik,” jelasnya.
Ricky juga menyoroti pentingnya generasi muda menjadi “pahlawan digital” dengan memanfaatkan teknologi secara bijak dan berkelanjutan. “Teknologi itu tidak boleh dihindari. Justru kita harus terus bergerak seiring perkembangannya. Manusia tidak akan digantikan oleh teknologi, tapi oleh manusia lain yang bisa menggunakan teknologi dengan lebih baik,” tegas Ricky.
Baca juga: DICO Sukses Gelar Seminar AI di Purwokerto, Dorong Guru & Siswa Jadi Inovator
Ia berharap kegiatan seperti Workshop Pahlawan Digital dapat menjadi agenda rutin, agar pemahaman dan literasi digital terus berkembang di kalangan pelajar dan tenaga pendidik. “Kegiatan ini harus terus dilanjutkan karena teknologi akan terus berkembang. Generasi muda harus terus update agar tidak tertinggal oleh perubahan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dan DICO berkomitmen mencetak “pahlawan digital” yang adaptif, kreatif, serta siap menghadapi tantangan era kecerdasan buatan.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













