Milenianews.com – Kota Rio de Janeiro, Brasil, menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan ketika operasi polisi terbesar dalam sejarah kota itu berubah menjadi medan perang. Sekitar 132 orang tewas, termasuk empat polisi, dalam bentrokan berdarah antara aparat polisi dengan geng narkoba di kawasan kumuh kota tersebut.
Lebih dari 2.500 aparat gabungan menyerbu favela padat Complexo do Alemão dan Complexo da Penha untuk menumpas geng narkoba Comando Vermelho.
Polisi menyerbu dua favela di utara Rio untuk merebut wilayah geng narkoba Comando Vermelho. Suara tembakan mengguncang area bandara internasional Rio, dan asap tebal membubung dari lokasi kebakaran beberapa jam setelah operasi dimulai. Warga panik, toko-toko tutup, dan lalu lintas di sejumlah jalan utama terhenti.
Baca juga: Aktor Parasit Lee Sun Kyun Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Narkoba
Kepala Keamanan Rio, Victor Santos, mengakui operasi itu menimbulkan banyak korban meski hal tersebut tidak diinginkan.
“Tingkat mematikan dari operasi ini memang diperkirakan, tapi bukan sesuatu yang diinginkan,” ungkap Santos dalam konferensi pers, Jumat (31/10) lalu.
Namun, di balik keberhasilan operasi ini, Banyak warga sipil yang menjadi korban, termasuk anak-anak dan orang-orang yang tidak terlibat dalam kegiatan kriminal. Kematian massal ini memicu kritik keras dari lembaga hak asasi manusia dan anggota parlemen.
Kritik dan Kontroversi
Operasi ini menuai kritik karena dinilai menggunakan pendekatan represif yang berlebihan. Anggota Kongres Dani Monteiro menyatakan bahwa operasi ini bukanlah solusi terhadap kejahatan, melainkan bentuk barbarisme. Komisi HAM Majelis Legislatif Rio juga menuntut klarifikasi dari Gubernur Claudio Castro.
Tragedi ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana cara efektif menangani masalah narkoba tanpa mengorbankan nyawa warga sipil.
Baca Juga : 7 Film Perang Terlaris di Layar Lebar! Ada 1917
Reaksi Internasional
Amnesty International Brasil menilai kebijakan tangan besi pemerintah justru memperburuk siklus kekerasan. Mereka menyerukan agar negara mengubah pendekatan represif menjadi kebijakan yang menghormati hak hidup dan memberdayakan masyarakat miskin.
Tragedi di Rio de Janeiro menegaskan perlunya penanganan masalah narkoba yang lebih manusiawi dan efektif agar tidak lagi menelan korban warga sipil tak bersalah.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.













