Budaya  

Diskusi Literasi di Joglo Sedjati Bojonegoro

Duta Baca Indonesia Gol A Gong menjadi salah satu narasumber diskusi litertasi yang mengusung tema “Literasi Sebagai Kunci Pembuka Masa Depan” di Joglo Sedjati Bojonegoro, Rabu (24/9/2025). (Foto: Istimewa)

Milenianews.com, Bojonegoro, 24 September 2024 — Taman Belajar Sedjati berkolaborasi dengan Iqro Semesta dan TBM Gemar Maos menggelar acara diskusi literasi di Joglo Sedjati dengan mengusung tema “Literasi Sebagai Kunci Pembuka Masa Depan”. Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh dan pegiat literasi yang menekankan pentingnya tulisan sebagai kekuatan untuk mengubah peradaban.

Shulton Haekal, pengelola Taman Belajar Sedjati, menegaskan bahwa menulis mampu menghadirkan hal-hal yang mustahil menjadi mungkin. Ia meyakini dengan diselenggarakannya forum-forum diskusi seperti ini dapat merawat nalar kritis untuk terus tumbuh. Dari forum diskusi ini jugalah lahir narasi positif yang dapat menjadi energi postif bagi generasi muda.

Sementara itu Aditya Akbar Hakim, penulis asal Lamongan yang menjadi salah satu pemantik diskusi menyayangkan isu ketiadaan sosok Duta Baca Indonesia di tahun depan. Ia menyebut hal itu menjadi paradoks dan ironi bila keberadaan Duta Baca Indonesia justru dihapuskan. Padahal menurutnya peran Duta Baca Indonesia sangat krusial dalam menumbuhkan budaya literasi di masyarakat.

Baca Juga : Duta Baca Indonesia Hadiri Festival Literasi dan Pelatihan Pengurus  Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI)  Gunung Kidul

Hal lain disampaikan Pimred burungnews.com,  Among Kurnia Ebo. Ia menegaskan kekuatan kata dalam kehidupan manusia. Kata adalah power. Kata adalah pengubah takdir, ungkapnya. Menurutnya, sebuah kata yang disampaikan dengan kekuatan dapat membekas mendalam dalam diri pendengar.

“Memasukkan jutaan kata ke kepala adalah kunci pembuka masa depan kita,” tambahnya.

Dalam diskusi tersebut Gol A Gong selaku Duta Baca Indonesia menyampaikan pentingnya membaca dan menulis. Gol A Gong berbagi kisah inspiratif manfaat membaca buku untuk masa depan. Gol A Gong juga menerangkan tentang 7 literasi dasar dari Kemendikbud dan Literasi Kesejahteraan versi Perpustakaan Nasional RI.

“Setelah diamputasi tangan, tetangga khawatir akan masa depan saya saat dewasa akan menjadi beban orang tua dan masyarakat sebagai orang cacat. Tapi berkat membaca kekhawatiran tersebut dapat saya atasi. Alhamdulillah saya tidak menjadi beban di masyarakat,” ujar Gol A Gong.

Baca Juga : Duta Baca Indonesia Hadir  di SMP Al Furqon Jombang: Bakar Semangat Siswa untuk Berkarya

Melalui kegiatan diskusi ini diharapkan literasi dapat dipahami bukan hanya sebagai kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga sebagai jalan untuk mengasah nalar kritis, membangun peradaban, dan membuka masa depan yang lebih baik.

Pada akhir acara para peserta membeli dan meminta tandatangan buku Roga Shanghara Bhimi, buku antologi puisi terbaru karya Gol A Gong. Buku habis terjual diborong oleh Taman Belajar Sedjati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *