Milenianews.com, Jakarta – Program Studi (Prodi) D4 MICE Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) membantu pendampingan bagi warga Desa Wisata Kawungluwuk, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada tanggal 15-17 Agustuts 2023. Pendampingan tersebut dikemas dalam bentuk Program Pengabdian Penerapan IPTEKS (Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni) Berbasis Kelompok Bidang Keahlian (PPIKBK).
Firman Syah selaku ketua pengabdian masyarakat menjelaskan, basis IPTEKS yang diberikan dalam bentuk pengenalan aplikasi keuangan sederhana. Sehingga saat ini tidak lagi menghitung pemasukan dan pengeluaran pendapatan di Desa Wisata Kawungluwuk dalam bentuk manual lagi.
Baca juga : Mahasiswa PNJ Luncurkan Scale Up UMKM
“Tahap pengenalan keuangan sederhana ini membantu masyarakat untuk lebih memahami kalau era 4.0 ini dapat memudahkan mereka menghitung omzet dan keuntungan yang diperoleh,” ujarnya melalui rilis yang diterima Milenianews.com, Selasa (22/8).
Selain itu, lanjut Firman, terdapat bantuan panci bajigur yang diberikan kepada Desa Kawungluwuk. Panci tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat yang berkunjung ke Desa Wisata Kawungluwuk.
Panci bajigur tersebut merupakan hasil karya masyarakat lokal Desa Tanjungsiang. Selama ini, desa tetangga Kawungluwuk tersebut tidak memiliki potensi alam yang dijual, namun memiliki kearifan lokal dalam bentuk UMKM seperti kerajinan golok, kerajinan kasur, hingga kerajinan panci (se’eng, dalam ejaan Sunda).
“Melalui pembelian produk UMKM (panci) di Desa Tanjungsiang, pengabdian masyarakat PNJ ini juga dapat membantu UMKM lokal desa tetangga. Jadi, ada 2 desa yang terkena dampak positif dari pengabdian masyarakat ini. Di samping juga, wisatawan merasa puas dengan pelayanan yang disediakan dalam bentuk minuman bajigur selama berada di Desa Wisata Kawungluwuk,” imbuhnya.
Seperti diketahui, Desa Wisata Kawungluwuk memiliki potensi alam sebagai daya tarik destinasi bagi wisatawan. Dalam hal ini adalah Bukit Pamoyanan. Bukit yang berada di ketinggian sekitar 600 mdpl (meter diatas permukaan laut) ini memiliki keindahan awan sebelum matahari terbit.
Baca juga : Prodi MICE PNJ Kembali Hadirkan Event Sugoihesso Exhibition
Biasanya, wisatawan menyebut negeri di atas awan. Tidak sedikit wisatawan yang memilih bermalam di tenda dengan menyewa kepada pengelola supaya saat pagi hari dapat menikmati keindahan negeri di atas awan.
“Nantinya, bisa menjadi salah satu SOP pelayanan yang diberikan kepada wisatawan yang berkunjung di Bukit Pamoyanan. Tentunya dengan didampingi oleh D4 MICE melalui pengabdian masyarakat,” kata Bagian Marketing Pokdarwis Kawungluwuk, Solih Solihin.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.