Milenianews.com, Jakarta – Launching buku “From Nothing to Something” yang digelar pada Kamis (23/2) oleh SMAN 40 Jakarta Utara di The Royall Gading Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara, berlangsung sangat meriah.
Buku ini menjadi persembahan alumni untuk menyambut HUT SMAN 40 Jakarta Utara, pada 1 April 2023 mendatang.
Baca juga : Momentum Munas VIII, Pemuda Hidayatullah Luncurkan Buku Songsong 2045
Buku yang menceritakan bagaimana perjalanan kisah para alumni saat bersekolah dahulu juga tampaknya membawa mereka pada kenangan lampau semasa sekolah
Dani Sapawie, selaku penggagas adanya Buku ini mengatakan, dalam ingatannya ia bercerita tentang masa sekolah silam, Beranjak dari cerita masa lalu, membuatnya mengenang masa sekolah dulu. Kemudian tercetuslah tentang buku “from nothing to something”
“Mereka bisa melihat dengan jelas bagaimana perjuangan kami. Perjuangan bapak ibu guru,” kata Dani.
Semenara itu, Kepala Sekolah SMAN 40 Jakarta Utara, Dra, Mas Ayu Yuliana, M.Pd sangat mengapresiasi hadirnya buku ini sebagai kado ulang tahun sekolahnya.
“Buku ini adalah kado spesial untuk kita semua. Jika dulu ada yang berkata, mana SMAN 40 itu yang dekat rel, sekarang jadi itu yang dekat ancol atau wtc. Layak kalau sekolah ini adalah sekolah nomor 1 di Jakarta Utara,” ujarnya.
Mereka akan selalu mengingat cerita tentang lokasi sekolah yang selalu dilanda banjir. Tidak hanya saat musim hujan sekolah bisa tiba-tiba tutup akibat banjir yang sering terjadi di kawasan dekat kawasan pantai Ancol.
Kenangan paling manis adalah kenangan masa SMA

Selain itu, tidak hanya guru-guru yang masih aktif mengajar yang hadir, namun juga para guru senior yang terlibat turut menghadiri acara tersebut, yang menambah kenangan indah bagi mereka.
Kesan lain hadir langsung dari sang penulis buku Fitryan G Dennis.
“Sejujurnya, saya terkejut pada saat pak Dani menghubungi saya. Pada saat itu saya harus bolak balik SMAN 40. Untuk mengetahui cerita, dan benar apa yang dikatakan pak Dani adalah ceritaa tentang banjir tadi. Do’anya sama saat ada banjir berharap siswa tidak sekolah hingga para siswa banyak di lapangan banteng, atau mungkin ikut truk menuju ke Bogor,” kisahnya.
Di kenal sebagai sekolah “Buangan” pada tahun 79 silam, justru hal itu yang membawa kenangan manis pada ingatan Raden Saleh, sebagai angkatan pertama.
“Pokoknya saya sekolah dimana pun tidak masalah asalkan bisa Gondrong!,” ujarnya denga tawa seraya mengenang masa SMA tersebut.
Baca juga : Hebat!! Anak Usia 9 Tahun Sudah Bikin dan Terbitin Novelnya Sendiri
Masa SMA adalah salah satu masa yang menyenangkan, masa untuk membakar adrenalin. Buku ini adalah rangkaian cerita selama masa sekolah. Banyak yang mengatakan bahwa SMA Negeri 40 senang berkelahi atau berbuat onar, ternyata hanya dengan teriakkan guru, siswa menyelesaikan aksinya dan berbaris sangat rapi kembali ke sekolah.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.