Perpustakaan Ajip Rosidi, Sastrawan Sunda yang Terletak di Bandung!

Perpustakaan Ajip Rosidi, Sastrawan Sunda yang Terletak di Bandung!

JMilenianews.com – Nama Ajip Rosidi pada kalangan orang sunda sudah tidak asing lagi. Bagaimana tidak belau merupakan seorang sastrawan asli sunda. Ajip Rosidi, tutup usia pada 29 Juli 2020 lalu di usia ke 82, beliau terkenal sebagai sastrawan serba bisa, kini namanya jadi nama perpustakaan.

Meskipun raganya telah berpulang, namun karyanya abadi banyak hasil karyanya yang menjadi sumber ilmu di masa sekarang. Selain itu, almarhum memberikan hadiah manis berupa perpusatakaan yang ia bangun di Jalan Garut, Kota Bandung.

Perpustakaan ini resmi buka pada 15 Agustus 2015 dan di kelola langsung oleh Yayasan Pusat Studi Sunda. Tempat ini terdiri dari 3 lantai dengan ruangan pustaka yang berada di lantai 2. Jam operasionalnya mulai dari Senin sampai Jumat, buka dari jam 09.00 WIB sampai 16.00 WIB. Pengunjung dapat dengan leluasa membaca bukua, juga dapat meminjam dengan KTP sebagai jaminan.

Baca juga : Kemenparekraf dan Perpusnas Luncurkan E-Library

Koleksi buku Perpustakaan Ajip Rosidi ada sekitar 40.000 jenis buku yang koleksi utamanya adalah bahasa dan budaya Sunda. Menurut Melisa, selaku petugas perpustakaan menjelaskan mendiang Ajip Rosidi mengajar di luar negeri. Sehingga perpustakaan juga memuat buku-buku dalam bahasa dan budaya selain Sunda, seperti Belanda, Inggris, Italia, Spanyol, dan Arab.

Perpustakaan Ajip Rosidi bisa jadi solusi untuk permasalahan kepunahan bahasa Sunda dan bahasa daerah lainnya di Indonesia. Selain itu, tempat ini harapannya bisa menjadi ladang bagi siapapun yang mencari bahan penelitian.

“Di Bandung kan banyak universitas yang ada jurusan bahasa dan sastra Sunda, tapi belum tentu semuanya punya bahan untuk penelitian ke depannya. Jadi, tujuan utama Pak Ajip mendirikan perpustakaan ini adalah untuk membantu generasi selanjutnya supaya bisa melihat ke belakang apa yang ada dan dikembangkan lebih jauh lagi,” jelas Melisa.

Begitu mulia upaya Ajip Rosid dalam mengolah dan melestarikan budaya Indonesia, khususnya bahasa dan budaya Sunda. Jadi, bagaimana? tertarik untuk mengunjugi Perpustakaan Ajip Rosidi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *