Milenianews.com, Bogor – Fajar Hidayah bekerja sama dengan AYPI (Asosiasi Yayasan Pendidikan Islam) ASEAN mengadakan pelatihan jurnalistik untuk para guru. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekolah Islam Terpadu Fajar Hidayah, Kota Wisata Bogor, Sabtu (21/1).
Pelatihan itu dihadiri oleh 100 lebih guru swasta se-Kabupaten Bogor, termasuk di antaranya 12 orang dari Persatuan Guru Swasta (PGS) Kabupaten Bogor. Termasuk di dalamnya, Ketua PGS Kabupaten Bogor Anto Putrawan S.Pd. Selain itu, hadir penyedia aplikasi Pendidikan ProSchool-guruPro yang diwakili Galuh Saka Twinta dan rekannya.
“Pelatihan jurnalistik untuk para guru ini diadakan dalam rangka meningkatkan kualitas guru sebagai sumber inspirasi literasi para siswa yang pada akhirnya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan dan lembaga Pendidikan,” kata Ketua AYPI ASEAN yang juga pendiri Fajar Hidayah, Ustadz Mirdas Eka Yora Lc., MSi., saat membuka pelatihan.
Baca Juga : AYPI Kembangkan Program Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Islam
Ia menambahkan, “Menulis adalah langkah awal untuk bisa menyebarkan nilai positif dan kebaikan yang ada di lembaga-lembaga pendidikan Islam.”
Kegiatan ini mengundang narasumber M. Rifqi Firdaus M.Kom (pemred Milenianews.com) dan Irwan Kelana (wartawan senior, 30 tahun di Republika, dan kini redaktur senior Milenianews.com). Hadir pula pengurus MUI Kabupaten Bogor KH. Ramilus dan Pembina AYPI Afrizal Rusdi.
Dalam sambutannya, Mirdas memaparkan bahwa para insan pendidikan sangat perlu meningkatkan peran dan kiprah dalam menulis di dunia digital sekarang ini, antara lain dengan berbagai kemudahan medsos yang bisa diakses 24 jam.
“Sangat penting para guru bersuara tentang segala sisi positif menggembleng dan membina generasi bangsa di dunia pendidikan terutama pendidikan Islam,” ujarnya.
Jangan sampai, ia menambahkan, dunia medsos hanya dipenuhi berita gosip murahan dan hoaks yang bersumber dari sisi negatif bahkan kejahatan yang pada akhirnya hanya memicu kerusuhan di dunia maya.
“Maka suara positif para pendidik akan menjadi oase bangsa untuk menatap dan menapaki masa depan bangsa dengan optimis dan dada penuh spirit yang konstruktif bukan destruktif,” kata Mirdas.
Pentingnya Publikasi Media
Pembicara pertama, Rifqi Firdaus menyampaikan betapa pentingnya publikasi media. “Karena bisa bercerita berbagai peristiwa baik masa lalu ataupun yang sedang berjalan dan yang akan datang,” kata dia.
Dengan demikian masyarakat biasanya cepat menerima berbagai bentuk berita tersebut, sehingga menjadi peluang bagus bagi sekolah buat menyampaikan berbagai sisi dari sekolah.
“Melalui tulisan di media, kita bisa menyampaikan gagasan, pikiran dan membuat banyak orang akan tahu tentang apa yang sedang kita laksanakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, berita di media itu memberikan edukasi pada masyarakat agar makin tercerahkan dengan berbagai hal posistif dari dunia pendidikan. “Juga dengan rajin menulis akan jadi jembatan bagus buat guru untuk mengembangkan karir,” tuturnya.
Ia menambahkan, sisi lain yang menarik adalah bisa menjadi personal branding bagi para guru. “Sering tampil di media akan menghasilkan pengenalan yang sangat baik bagi masyarakat terhadap diri dan aneka aktifvtas Anda dan bahkan jati diri dan kapasitas diri Anda,” ujarnya.
Tanpa terasa menulis di media akan menjadi ajang promosi yang besaifat 24 jam tanpa dibatasi jeda waktu dan tempat. Bahkan pencitraan positif juga sangat besar peluangnya dengan munculnya pemberitaan di media.
“Juga sangat efektif sebagai penyambung perpanjangan tangan sekolah ke masyarakat agar diketahui lebih banyak segala hal positif dari lembaga atau sekolah,” paparnya.
Beberapa Jenis Tulisan
Lebih lanjut Rifki menjelaskan beberapa jenis tulisan yang dimuat di media. Pertama, press release, yaitu tulisan yang dikirim lembaga ke media. Misalnya spesial event, akreditasi dan lain-lain. “Apapun bentuk kejadian dan peristiwa di sekolah adalah bahan yang bagus buat artikel,” kata dia.
Kedua, artikel, pada prinsipnya lebih informatif apabila didasarkan pada beberapa prinsip dasar dalam penulisan yang informatif dengan basisnya adalah 5W-1H (What When Who Why Where How).
Ketiga advertorial, iklan bisa dikemas secara soft ataupun juga bisa dikemas dengan lebih gamblang. “Jenis tulisan ini misalnya terkait sekolah elit di Kota Wisata, maka ini termasuk secara advertorial. Karena ada tagline sekolah elit di Bogor. Isinya ada yang mempromosikan produk,” paparnya.
Baca Juga : AYPI ASEAN Gelar Webminar “Menjadi Guru Bangsa yang Melahirkan Peradaban yang Berkeadaban”
Keempat, opini, merupakan gagasan ataupun pandangan yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Kelima annual report, tulisan terkait berbagai perkembangan lembaga dan kegiatannya dalam setahun.
“Dalam memacu semangat menulis perlu kita simak sebuah adagium: membaca itu adalah membuka jendela dunia, menulislah maka anda akan menguasai dunia,” ujarnya.
“Dalam penulisan juga perlu dipahami siapa target tulisan kita. Misalnya mayarakat Bogor yang perlu diberitahu sekolah yang menjadi perhatian baik terkait kualitas maupun keunikan.Bertambah menarik kalau juga disertai foto- foto terkait,” papar Rifqi.
Cara Membuat Press Release Sekolah
Nara Sumber yang berikutnya Irwan Kelana, wartawan senior 30 tahun di Republika, yang saat ini bergabung dengan Milenianews.com, sebagai redaktur senior. Ia memaparkan cara membuat press release sekolah.
Sederhananya, press release adalah bentuk publikasi yang memberitakan sekolah. “Mengingat kesibukan pekerjaan dan waktu reporter maupun redaktur, kita harus menyiapkan press release yang bagus agar bisa dimuat di media yang kita tuju,” ujarnya.
Hal-hal yang bisa dijadikan press release, kata Irwan, antara lain berbagai kegiatan sekolah, prestasi sekolah, prestasi siswa,kurikulum sekolah, prestasi guru, dan akreditasi sekolah.
Contoh berita tentang kurikulum sekolah, misalnya penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah. Juga bagaimana para lulusan dari suatu sekolah yang mencapai prestasi tertentu atau berkiprah di luar negeri atau mendapat kesempatan di berbagai kampus top.
Bahkan kejadian mendapat penghargaan baik guru atau siswa teladan juga bisa menjadi sumber berita bagi sekolah. Adapun berita kerja sama dengan pihak ketiga misalnya kerja sama sekolah dengan sebuah bank, kerja sama sekolah dengan AYPI dan lain-lain.
Sisi lain misalnya acara wisuda bisa juga dikembangkan jadi berita, misalnya dalam peserta wisuda ada anak petani miskin yang sukses menamatkan pendidikan dengan prestasi walau kehidupan susah.
Baca juga : Ngobrol Literasi Penerbit Irfani: Menulis merupakan Sebuah Proses Panjang
Juga sarana dan prasarana sekolah misalnya adanya antar jemput yang mengajarkan tertib lalu lintas pada guru, staf dan siswa. “Ini juga bisa menjadi sisi berita,” tuturnya.
Mengenai alumni bisa diangkat berita ada yang menjadi youtuber, pengusaha dan lain-lain. Bahkan kegiatan terkait lingkungan juga merupakan berita menarik bagi sebuah sekolah.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.