Milenianews.com, Jakarta – Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) menjadi salah satu program dari Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek. Program PMM bertujuan sebagai penguatan literasi digital dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 dalam semangat bela negara.
Baca juga : FTI UNM Gelar Talkshow Tulisan Artikel Populer Ilmiah Tembus Media Masa
Dalam program ini, memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk dapat menggunakan hak belajarnya di luar program studi dan perguruan tinggi asal. Nantinya, akan menciptakan ruang jumpa antara mahasiswa, dosen, dan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.
Termasuk mahasiswa dari Universitas Nusa Mandiri (UNM), yang terlibat dalam program PMM ini. Menurut Ketua Program Studi (Kaprodi) UNM, Lia Mazia menyampaikan, adanya program PMM dapat membuka kesempatan antar perguruan tinggi untuk saling berkolaborasi. Terlebih UNM bisa lebih dikenal lagi sebagai Kampus Digital Bisnis.
“PMM diikuti 5.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia kegiatan ini mendapatkan cukup banyak respon positif dari kalangan mahasiswa. Terutama dari mereka yang ingin mempelajari mata kuliah di luar program studinya sendiri,” terangnya dalam rilis yang diterima, Senin (16/1).
Selain itu, kegiatan ini juga membuat mahasiswa lebih mengenal sesama dan membangun relasi, serta mengetahui tentang proses pembelajaran dari kampus lain.
Baca juga : Universitas Nusa Mandiri Beri Beasiswa Pendidikan Bagi yang Ingin Jadi Ahli di Bidang IT
“Dengan ikut kegiatan ini mahasiswa juga dapat mengenal lebih jauh tentang konsep dari bela negara serta kewajiban apa saja yang harus kita lakukan dalam upaya bela negara itu,” tutupnya.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.