Milenianews.com, Semarang – Rektor baru UNNES (Universitas Negeri Semarang) periode 2022-2026, Prof. Dr. S Martono, M.Si., beri sambutan wisuda pertamanya dalam perhelatan Wisuda ke-113 UNNES di Auditorium Universitas Negeri Semarang pada Kamis (24/11) lalu.
Sambutan ini ia sampaikan berkaitan dengan metamorfosis UNNES untuk menjadi perguruan tinggi negeri berbadan hukum.
Baca Juga: Akhirnya! Orang Tua Boleh Hadir di Wisuda UNNES ke-113
Maksudnya, UNNES akan terus mencoba untuk unggul dan berprestasi dalam fleksibilitas tata kelolanya. Hal ini dapat bisa terlihat dari sikap kepada masyarakat, bahwa UNNES merupakan lembaga pendidikan besar yang menjadi pelopor kecemerlangan pendidikan.
Rektor yang dilantik pada 27 Oktober lalu ini mengingatkan wisudawan bahwa, dinamika perkuliahan akan berguna pula di masyarakat setelah kelulusan.
“Dinamika adalah cara dosen membentuk dan melatih dalam menyongsong kehidupan di masyarakat. Selain indah dikenang, proses itu dapat menjadi pembelajaran yang membuat anda lebih siap berkiprah di masyarakat,” ungkapnya.
Dapat gelar jangan jadikan seorang sarjana jadi sombong dan merasa lebih baik dari yang lain
Kepada 1.650 wisudawan UNNES ke-113, Prof Martono juga menyampaikan bahwa mendapat predikat lulus bukanlah akhir dari perjalanan seorang mahasiswa.
Melainkan, kelulusan menjadi awal dalam berjuang di masyarakat sebagai perwujudan di dunia nyata.
“Jika di dalam kampus anda hanya latihan, mulai sekarang yang anda hadapi adalah realita. Saudara hadur menunjukkan kualitas dan kompetensi keilmuan saudara tanpa terlihat sebagai bentuk kesombongan,” jelasnya.
Rektor yang berasal dari Rembang tersebut mewanti-wanti tentang pentingnya beradaptasi sesuai situasi di masyarakat.
Baca Juga : Memaknai Pemindahan Tali Toga Untuk Wisuda
Menurutnya, memiliki sikap yang rendah hati sangat penting karena biasanya wisudawan yang telah menerima gelar, akan menganggap dirinya lebih baik dari yang lain.
“Terus belajar untuk menyesuaikan diri, jangan merasa paling benar karena telah menjadi diploma, sarjana, magister, maupun doktor. Karena di masyarakat jauh lebih banyak orang yang bahkan lebih berhasil mengembangkan ilmunya sesuai situasi. Jadilah lulusan yang rendah hati tanpa harus mengorbankan nurani,” pungkasnya.(Nurul Islamiyah)
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.