Sejarah Kurban dari Kisah Nabi Ibrahim dan Putranya

sejarah kurban

Milenianews.com – Kurban adalah kegiatan menyembelih hewan kurban seperti kambing, sapi, unta dan domba pada hari Raya Idul Adha, setiap tanggal 10 Zulhijah. Kurban juga bisa dilakukan pada hari tasyrik yaitu pada tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah. Hukum kurban sendiri menurut jumhur ulama adalah sunnah bagi yang mampu. Nah Sobat, kita akan mengulas sejarah kurban.

Kurban ini bermula dari cerita Nabi Ibrahim AS yang sudah lama mendambakan seorang anak. Hingga Nabi Ibrahim AS menua ia tak kunjung mendapat keturunan.

Baca Juga : Aturan Jual Beli Hewan Kurban Saat Pandemi

Sejarah kurban dari cerita Nabi Ibrahim AS

Protokol kesehatan saat idul adha menurut WHO
Ilustrasi hewan kurban

Padahal, usia Nabi Ibrahim AS saat itu adalah 86 tahun. Nabi Ibrahim AS kemudian berdoa kepada Allah SWT untuk diberi keturunan.

Allah SWT mengabulkan doa Nabi Ibrahim AS, istrinya Siti Hajar akhirnya mengandung, dan lahirlah seorang putra bernama Ismail AS. Nabi Ibrahim AS mendapat perintah dari Allah SWT, untuk memindahkan Siti Hajar dan Ismail di kota Makkah.

Kota Makah sangat gersang saat itu, karena itulah Siti Hajar takut ditinggalkan Nabi Ibrahim AS disana. Aplagi Ismail masih bayi. Sebenarnya, ia tak tega meninggalkan Siti Hajar dan Ismail. Namun Nabi Ibrahim AS tak bisa berbuat apa-apa, sebab yang ia lakukan adalah perintah Allah SWT.

Saat meninggalkan kedua orang yang di sayang, Nabi Ibrahim AS berdoa kepada Allah SWT, supaya mereka mendapatkan perlindungan dan keselamatan. Siti Hajar dan Ismail pun, akhirnya tinggal di kota Makkah yang gersang itu.

Bekal yang mereka miliki sudah habis. Mereka kelaparan dan kehausan, air susu Siti Hajar menjadi kering, sehingga tak bisa menyusui Ismail. Ismail terus menangis, kakinya dihentakkan ke tanah.

Siti Hajar terus berlarian kesana kemari, mencari sumber air di sekitar mereka. Ia berlari dari bukit Shafa sampai ke bukit Marwah, sudah berlari sampai tujuh kali putaran tapi tetap saja tidak menemukan sumber air.

Siti Hajar bingung dan kelelahan, ia pun mendengar suara tangis Ismail. Lalu, tiba-tiba muncullah air di dekat kaki Ismail. Ia pun berkata “zam-zam” yang artinya berkumpullah.

Seiring berjalannya waktu, Ismail tumbuh menjadi anak yang cerdas, saleh dan berbudi pekerti luhur. Allah SWT mendatangkan perintah untuk Nabi Ibrahim AS. Allah SWT ingin menguji ketakwaan Nabi Ibrahim, juga ingin menguji kesabaran Ismail.

Baca Juga : 6 Amalan Sunnah saat Momen Idul Adha tiba

Mimpi Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih anaknya, dan Allah SWT menggantinya menjadi domba

Sumber foto dari Wajibbaca.com

Pada suatu malam, Nabi Ibrahim AS bermimpi. Betapa terkejutnya ia, mendapat perintah melalui mimpinya tersebut, bahwa Nabi Ibrahim AS harus menyembelih putra kesayangannya.

Padahal ia begitu lama mendambakan seorang anak. Allah SWT justru memberinya ujian yang begitu berat. Ia menjadi sangat sedih. Bagaimanapun, ia harus tetap menceritakan mimpinya kepada Ismail. Nabi Ibrahim AS menanyakan pendapat Ismail.

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup bekerja bersamanya, (Ibrahim) berkata: Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu” (QS. As- Saffat ayat 102).

Namun Jawaban yang keluar dari mulut Ismail sungguh tak terduga. Ia bersedia disembelih. Kesabaran Ismail ini mendapat pujian dari Allah SWT. Dan dituangkan dalam Al- Qur’an.

“Dia (Ismail) menjawab, Wahai ayahku lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu, insyallah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar” ( QS As- Saffat ayat 102).

Tibalah waktu penyembelihan, Ismail berbaring, matanya berlinang. Nabi Ibrahim AS memegang pedang yang sudah disiapkan. Ketika pedang itu sudah diletakkan di leher Ismail, Malaikat Jibril datang dan menggantinya dengan domba.

Allah SWT berfirman dalam surat As-Saffat ayat 103-105 yang artinya:

“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), ( nyatalah kesabaran keduanya). Lalu kami panggil dia, Wahai Ibrahim ! Sungguh engkau,telah membenarkan mimpi itu. Sungguh demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik”.

Kemudian perintah kurban ini bersamaan dengan zakat dan salat hari raya. Kemudian Allah SWT pun menurunkan perintah kurban yang tertuang dalam Quran Surat Al-Kautsar ayat 2 yang artinya:

“Maka, laksanakan lah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah”.

Perintah kurban juga tertuang dalam Quran Surat Al- Hajj ayat 36:

“Unta-unta itu Kami jadikan untukmu sebagai bagian dari syiar agama Allah”.

Dari Nabi Ibrahim AS banyak pelajaran berharga yang dapat kita ambil. Salah satunya ketakwaan. Dengan ketakwaan, yakinlah bahwa Allah SWT akan memberi sesuatu yang indah.(Annisa Putri Nabila)

 

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *