Kemendikbudristek Dorong Perguruan Tinggi Untuk Hasilkan Inovasi

Kemendikbudristek Dorong Perguruan Tinggi Untuk Hasilkan Inovasi

Milenianews.com, Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong perguruan tinggi untuk menghasilkan inovasi produk Merah Putih.

“Inovasi yang dihasilkan ini merupakan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan industri, sebagai bagian dari program Kampus Merdeka,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Prof Nizam mengutip dari Antaranews (23/12).

Kolaborasi yang menghasilkan inovasi akan berjalan baik ketika mendapatkan dukungan dari pemerintah. Selain Kemendikbudristek, dalam hal ini Kementerian Perhubungan juga turut menghilirkan karya anak bangsa.

“Inovasi harus memiliki hilir, jika tidak, nantinya hanya menjadi pajangan saat pameran saja. Saya sangat mengapresiasi Pak Menteri Perhubungan yang selama ini peduli dengan karya-karya dari perguruan tinggi,” kata Nizam.

Baca Juga : Inovasi Bidang Teknologi Mampu Dorong Percepatan Transformasi Digital

Kolaborasi Perguruan Tinggi dengan Industri dan Pemerintah Hasilkan Inovasi

Gadjahmada Airport Transporter Electric (GATe) adalah salah satu inovasi yang pergururan tinggi hasilkan. GATe merupakan kendaraan listrik hasil karya dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2019.

Kendaraan listrik ini nantinya akan menjadi alat transportasi di Bandara Internasional Yogyakarta dan Bandara Soekarno-Hatta. Mobil listrik GATe rencananya juga akan mendukung presidensi G20 tahun depan.

Saat ini prototipe GATe sudah mendapatkan uji coba di beberapa lokasi. Di antaranya lingkungan kampus UGM, Bandara Yogyakarta International Airport, dan Candi Borobudur dengan berbagai pengukuran performa.

Baca Juga : BIC Hadir Menjadi Pionir Inovasi di Universitas BSI

Selain itu, inovasi lainnya datang dari Universitas Diponegoro (Undip) yang berhasil mengembangkan Bio Smart and Safe Bus. Kendaraan ini merupakan hasil kerja sama antara Undip dan PO Sumber Alam. Projek ini berhasil mendapatkan pendanaan melalui program Matching Fund dan Kedaireka.

Alat transportasi bus ini menjadi moda transportasi massa yang aman pada masa pandemi. Pasalnya, bus ini dilengkapi dengan HEPA Filter dan sinar UV untuk meminimalisasi penyebaran virus.

Prof Nizam berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dapat semakin banyak. Selain itu, dukungan dari pemerintah terutama kementerian sektoral juga penting guna mengoptimalkan karya dari perguruan tinggi. Tentunya inovasi ini bertujuan untuk membangun produk merah putih yang memajukan bangsa dan negara.

Respon (18)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *