Milenianews.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tak lagi membiayai rumah sakit untuk tempat isolasi pasien COVID-19 di Jakarta. Namun, Pemprov DKI sudah menyediakan tempat isolasi baru yang juga akan gratis.
Ada 31 tempat baru yang telah disediakan, total kapasitas di tempat tersebut untuk pasien, bisa menampung 8.249 orang.
Keputusan tersebut tertuang dalam KepGub DKI Jakarta Nomor 675 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur Nomor 979 Tahun 2020. Tentang Lokasi Isolasi Terkendali Milik Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Dalam Rangka Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). KepGub tersebut telah sah sejak 31 Mei 2021.
Baca Juga : Perluasan Pemakaman Pasien COVID-19
Pembiayaan hotel untuk tempat isolasi pasien COVID-19 tak lagi mendapat perpanjangan karena BNPB sudah kehabisan dana.
Total biaya yang harus dibayar sebesar Rp 256 miliar. Namun baru bisa memenuhinya sebesar Rp 60 miliar. Jadi masih ada sekitar Rp 190 miliar yang belum terbayarkan ke pihak hotel.
Pemerintah tetapkan batas akhir isolasi pasien di hotel sampai 8 Juni 2021. Saat ini, pemprov DKI menyiapkan tempat baru yang semuanya merupakan aset Pemprov DKI.
“Ya itu tanya Pemerintah pusat. Kami di DKI menerima saja apa yang jadi keputusan pemerintah pusat. Dan kami juga sedang mencarikan solusi tempat-tempat yang bisa dimanfaatkan yang jadi milik pemerintah daerah,” kata Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza, mengutip dari Kumparan.com.
Adapaun tempatnya di wisma-wisma di Jakarta sebagai tempat isolasi.
“Wisma-wisma yang ada di Jakarta sudah memenuhi syarat dan layak seperti Wisma Atlet ada Graha Wisata Ragunan, sudah kami siapkan,” paparnya.
Daftar tempat isolasi baru untuk pasien COVID-19
Selain untuk pasien positif, pemerintah juga sediakan tempat penginapan untuk nakes.
Tempat-tempat tersebut antara lain, untuk Tahap 1 dengan kapasitas 607. Lokasinya di Graha Wisata TMII (100 orang), Graha Wisata Ragunan (200 orang), Hotel Grand Mansions Menteng (77 orang), Pusdiklat Gulkarmat Ciracas (30 orang) dan Masjid KH Hasyim Asyari (200 orang).
Untuk Tahap 2 dengan kapasitas 6.648 orang. Rianciannya antara lain Rusun Nagrak Cilincing (2.550 orang) Rusun Pasar Rumput Manggarai (3.968), SMPN 285 Pulau Untung Jawa (20 orang) SMKN 61 Pulau Tidung (40 orang), SMPN 288 Pulau Panggang (20 orang).
Selain itu ada di SDN 01 Pulau Kelapa (30 orang) dan PKBM Pulau Harapan (20 Orang).
Sementara untuk Tahap 3 dengan kapasitas 999 orang. Rinciannya di Balai Kesenian KBN Melati (85 orang), GOR Rawamangun (100 orang), GOR Senen (100 orang), GOR Johar Baru (50 orang), GOR Kemakmuran Petojo Utara Kecamatan Gambir (30 orang) dan GOR Kecamatan Tanah Abang (60 orang).
Ada juga di GOR Kecamatan Kemayoran (40 orang), GOR Kecamatan Grorol Petamburan (50 orang), GOR Kecamatan Tambora (50 orang), GOR Kecamatan Kebon Jeruk (50 orang), GOR Kecamatan Cilandak (75 orang), GOR Kecamatan Mampang Prapatan (40 orang).
Baca Juga : Waduh! Pasien Positif Covid-19 di Aceh Ngamuk di Ruang Isolasi
Lalu di GOR Kecamatan Tebet (40 orang), GOR Kecamatan Pancoran (40 orang), GOR Kecamatan Pasar Minggu (25 orang), Wisma Atlet Raden Inten (32 orang), GOR Ciracas/PKP (50 orang), GOR Cengkareng (47 orang) dan GOR Setu (30 orang).
Sedangkan penginapan untuk Tenaga kesehatan di SMKN 27 Sawah Besar (35 orang), SMKN 57 Pasar Minggu (36 orang), SMKN 24 Cipayung (28 orang), LPMP Provinsi DKI Jakarta (480 orang), Gedung PKK Melati Jaya (72 orang) dan Jakarta Islamic Center (187 orang).
Itu tempat isolasi baru untuk pasien COVID-19 yang ada di Jakarta. Semoga bisa menjadi tambahan informasi ya.(Rifqi Firdaus)