Milenianews.com, Pekanbaru – Pengamat Pariwisata Riau, Dede Firmansyah meminta para wisatawan tetap menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumuman), saat mengunjungi objek wisata. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran virus covid-19.
“Dalam upaya meningkat kewaspadaan itu, maka pemerintah daerah perlu menggelar 3T. Yakni melakukan Tracing, Testing, dan Treatment (3T), di destinasi wisata,” kata Dede Firmansyah dikutip dari Antara, Rabu(10/3).
Dede juga menegaskan bahwa industri pariwisata harus tetap berjalan di masa pandemi covid-19. Namun, pembukaan objek wisata ini tetap membutuhkan kerja sama antara wisatawan dan tempat destinasi. Sehingga industri pariwisata masih bisa tetap berjalan dengan penerapan protokol kesehatan yang ada.
Baca Juga : 7 Fasilitas di Taman Wisata Alam Angke Kapuk
Saat ini sejumlah objek wisata Riau sudah mulai buka, justru banyak pengunjung karena warga sudah merasa bosan karena terlalu lama di rumah.
Dede Firmansyah yang juga pengurus DPP Asita itu menghimbau wisatawan agar mentaati dan melaksanakan proktokol kesehatan. Sebisa mungkin wisatawan membawa hand sanitizer sendiri.
Baca Juga : 4 Tempat Wisata di Gunung Merapi yang Tetap Buka, Meski Bersatus Siaga
Untuk menekan angka kasus positif covid-19, pengelola destinasi wisata perlu menggunakan thermo gun untuk mengecek suhu tubuh pengunjung. Selain itu pengelola harus menerapkan kebijakan tegas untuk menolak pengunjung dengan suhu tubuh tidak normal.
Untuk sobat milenia ketahui, data Riau Tanggap covid-19 menunjukkan hasil rekap data dari 3-9 Maret 2021 pukul 17:02:07 WIB dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau tercatat 76.775, total suspek. Sedangkan untuk yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 1.389 orang dan isolasi di RS sebanyak 98 orang. Untuk kasus konfirmasi total tercatat 32.211, yang menjalani isolasi mandiri 690 orang, rawat di RS 308 orang dan meninggal sebanyak 786 orang.
Tidak hanya Riau, di objek wisata kota manapun, sobat milenia harus tetap menerapkan 3M protokol kesehatan. Serta harus mematuhi kebijakan dan peraturan yang berlaku di tempat wisata tersebut. (Latif)