Milenianews.com, Jakarta – Di tahun ajaran pandemi ini, memaksa pembelajaran formal di sekolah, dilakukan secara daring. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), menjadi kampus yang sangat siap menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Saat ini, kampus UBSI membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Gelombang Khusus, 3-21 September 2020. UBSI mempunyai tiga Fakultas dan 44 Program Studi (Prodi).
Kesiapan UBSI menerapkan pembelajaran berbasis e-learning atau daring, menjadi salah satu faktor bagi generasi milenial untuk memilih UBSI.
“Sebagai salah satu cyber campus, UBSI merupakan kampus yang sangat siap menerapkan e-learning. Bahkan, walaupun tidak ada pandemi Covid-19, UBSI tetap menerapkan sistem pembelajaran berbasis e-learning,” kata Rektor UBSI, Dr Mochamad Wahyudi, Rabu (9/9).
Baca Juga : Bagaimana Prospek Karir Prodi Teknik Elektro UBSI? Yuk Simak !
Dampak pandemi Covid-19 membuat perubahan besar dalam dunia pendidikan. Terlebih pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk melakukan PSBB total lagi pada Senin 14 September mendatang.
“Sebelum adanya pandemi Covid-19, sebagai kampus digital, UBSI sudah lama menerapkan pembelajaran kuliahnya dengan cara daring atau e-learning,” ujarnya.
Penerapan pembelajaran daring di UBSI sudah dilakukan sebelum pandemi
Sistem kuliah dengan Learning Management System (LMS) UBSI, merupakan sistem pembelajaran berbasis online yang terhubung internet dengan didukung konten-konten dalam bentuk digital. “Laman e-learning UBSI dapat diakses di laman http://elearning.bsi.ac.id/ubsi/. Sedangkan pada aplikasi mobile dapat mengunduh aplikasi Moodle lalu memasukkan url laman e-learning UBSI,” papar Wahyudi.
Bagi UBSI, Wahyudi menambahkan, penerapan pembelajaran e-learning bukan karena adanya wabah Covid-19. “UBSI sudah sejak beberapa tahun lalu menerapkan pembelajaran daring dalam kegiatan perkuliahan. Jadi, ketika terjadi pandemic di tanah air, UBSI tidak kaget lagi untuk menerapkan pembelajaran daring atau e-learning tersebut,” kata Wahyudi.
Langkah UBSI menerapkan pembelajaran daring sudah lebih dulu dibandingkan perguruan tinggi lainnya karena UBSI selalu berupaya mencari terobosan baru dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
“Sekarang ini era revolusi 4.0 atau era digital. UBSI sejak awal kehadiran era digital, menancari terobosan atau berupaya berinovasi untuk menyesuaikan pengelolaan UBSI sesuai dengan era digital. Salah satu cara yang ditempuh adalah menerapkan pembelajaran e-learning,” ujarnya.
Ia menambahkan, fitur e-learning UBSI dibagi menjadi dua. Pertama, mengajar berpusat pada mahasiswa secara online melalui Email, Blogs, Diskusi online dan rekaman hasil seminar online. Kedua, mengajar secara langsung dengan mahasiswa secara online melalui live webinar, pesan instan (WA/Telegram), Video Conferencing, dan Virtual Classroom.
“Melalui e-learning, kampus UBSI memfasilitasi mahasiswa dalam pembelajaran jarak jauh untuk meningkatkan kualitas pendidikan berbasis online sehingga mencetak mahasiswa-mahasiswa yang sukses dan berkompeten,” tutupnya.
Baca Juga : Kemendikbud akan Upayakan Kuota Data Gratis untuk Mahasiswa selama PJJ
Dengan adanya pandemi Covid-19, kata Wahyudi, mendorong UBSI untuk makin fokus menerapkan sistem perkuliahan secara daring atau e-learning. “Kami mengajak para generasi muda, kaum milenial, untuk mendaftar kuliah di UBSI dan meresapi kuliah secara daring,” katanya.
“UBSI merupakan kampus yang selalu mendukung dan mendorong para mahasiswanya untuk meraih prestasi dalam berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik,” tutupnya. (Rifqi Firdaus)