Alhasil, kebutuhan meningkat, pendapatan berkurang pun semakin memperparah keadaan. Terutama kebutuhan kuota internet yang wajib dimiliki para pelajar dan mahasiswa agar bisa mengikuti kelas PJJ. Itikad baik pun telah ada dari pemerintah.
Baca Juga : Pengajar harus Tahu! Cara menggunakan Google Classroom secara Offline
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengupayakan bantuan kuota untuk mahasiswa pada saat pelaksanaan PJJ pada tahun akademik baru.
“Saat ini, kami memperjuangkan bantuan kuota internet untuk minimal 25 persen dari seluruh jumlah mahasiswa di Indonesia,” ujar Sekretaris Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Paristiyanti Nurwardani, Senin (10/8).
Selain pemberian kuota data gratis, Kemendikbud juga akan menyiapkan tower BTS berjalan untuk membantu pelaksanaan PJJ
Pihaknya telah bekerjasama dengan sejumlah penyedia jaringan telekomunikasi untuk membantu mahasiswa dalam melaksanakan PJJ. Sementara, perkuliahan tahun akademik pandemi akan dimulai pada September sampai akhir tahun 2020.
Selain upaya pemberian paket data gratis, Kemendikbud juga menyiapkan sarana lain, yakni base transceiver station (BTS) bergerak dan 15 ribu perangkat gawai untuk wilayah yang tidak terjangkau internet. Penyediaan BTS itu juga bentuk kerja sama Kemendikbud dengan sejumlah kampus.
Baca Juga : Universitas Nusa Mandiri Jadi Tuan Rumah Seminar & Workshop MOOC dan PJJ
“BTS bergerak tersebut ditempatkan di daerah terpencil untuk membantu menangkap sinyal internet dalam radius lima kilometer,” paparnya. Kemendikbud berharap mulai 2021, proses pembelajaran di jenjang pendidikan tinggi akan mengadopsi pembelajaran campuran antara pendidikan tatap muka dan jarak jauh. (Rifqi Firdaus)
Sumber : Antara