Milenianews.com, Masamba – Banjir bandang meluluhlantahkan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Minggu (12/7). Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar, Mustari, mengatakan, tim penyelamat sudah mengevakuasi 10 jenazah. Sepuluh orang lainnya, ditemukan dalam kondisi selamat dan telah diberi perawatan di RSU Masamba.
Banjir bandang itu, terjadi akibat luapan air sungai, dengan bangunan rumah dan perkantoran serta jalan raya tertimbun lumpur. Bahkan ketinggian lumpur mencapai 2 meter. Korban yang hilang diketahui berjumlah 46 orang.
Baca Juga : Dini Hari Tadi Cipanas Lebak Diterjang Banjir Bandang
“Hari kedua, data sementara yang kami peroleh itu, yang meninggal 10 orang yang selamat atau luka-luka itu 10 orang,” kata Mustar, dikutip VOA Indonesia, Rabu (15/7).
Menurut laporan BPBD setempat, sekitar 200 Kepala Keluarga (KK), dilaporkan sudah mengungsi.
Penyaluran bantuan korban banjir Masamba ke lokasi bencana terkendala

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani sudah melakukan pendataan di lokasi pengungsian guna penyaluran bantuan bagi para korban. Listrik yang mati karena bencana ini pun, sudah ditangani oleh pihak PLN.
“Yang jelas teman-teman PLN kan sudah bergerak, kita lihat sendiri tadi, tapi tentu saja butuh kehati-hatian, kalau Telkom kita berharap pemerintah untuk dapat segera, karena terus terang kita mau komunikasi juga kan susah sekali,” jelas Indah.
Baca Juga : 17 RW di Jakarta Timur dan Selatan Terendam Banjir
Untuk pendistribusian bantuan sendiri, masih terkendala karena putusnya jalan raya lintas trans Sulawesi yang tertimbun lumpur. Alernatifnya, penyaluran bantuan akan melalui arah Poso, Sulawesi Tengah.
Informasi sampai 14 Juli 2020 mengungkapkan, korban terdampak ada di enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, yaitu Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat yang merendam ribuan rumah.
Sumber : VOA Indonesia