Mata Akademisi, Milenianews.com – Menjadi orang yang dewasa bukan dilihat dari segi usia atau umur yang bertambah tua. Tapi berani dewasa adalah sebuah tuntutan untuk mengerti tentang tujuan hidup, kematangan berpikir. Memiliki sudut pandang dan sikap bijak atas berbagai ujian yang datang, punya ruh jiwa yang hebat sebagai dasar iman yang kuat.
Karena hidup tak mengenal siaran tunda. Tak ada pilihan lain selain memilih, di atas waktu yang terus berlari semua menuntut untuk diprioritaskan. Tapi, bagaimana kita berani dewasa atas pilihan, memilih menjadi seorang mahasiswa berarti dia harus berani menyelesaikan tugas studinya tepat waktu dengan berbagai macam tugas yang menanti untuk segera diselesaikan, memilih menjadi seorang karyawan berarti dia harus berani memikul tanggungjawab sebagai seorang karyawan yang dituntut loyal dan memiliki etos kerja yang baik.
Baca juga: Mengenal Khalifah Umar bin Khattab
Karena hidup adalah bagaimana memilih dan berani bertanggung jawab atas pilihan. Orang senantiasa mengingat kematian akan selalu khawatir setiap detik waktu hidupnya terlewat sia-sia. Dan orang yang senantiasa mengingat Allah akan melewati kehidupannya dengan begitu cepat dan baik.
Pilihan Hidup
Berani dewasa adalah sebuah pilihan hidup yang tidak sederhana. Berani dewasa harus dibarengi pada sebuah sikap mental yang teguh dan berprinsip. Kedewasaan menuntut jiwa seseorang mandiri, dan berani bertanggungjawab atas tindakan yang dilakukan, tidak hanya sekedar lisan berucap dan kaki melangkah tapi ada sebuah pertanggungjawaban setelah tindakan yang dikerjakan.
Sebuah pola pikir yang matang, paham dan mengerti atas pilihan hidup yang sudah dipilih. Karena tidak ada akhir dari tujuan hidup paling akhir dari akhirat. Kehidupan abadi atas hasil perilaku dari kehidupan kita di dunia. Kemewahan dunia tidak akan sama dengan kenikmatan akhirat.
Baca juga: Para Heroik Literasi Negeri
Berhijrah ke kehidupan yang baik dan sesuai aturan hidup yang telah tergambar dan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah Sang Pemilik Kehidupan dan Sang Maha Besar, pemilik skenario dari setiap ruh jiwa yang hidup. Berani meninggalkan hal-hal buruk yang bersifat jahiliyah dan dengan sikap dewasa merubah diri menjadi baik, bertanggungjawab atas pilihan hidup demi tujuan akhir hidup yang abadi.
Berani dewasa adalah orang-orang yang mengerti atas komitmen dan berani berprinsip. Berani dewasa berarti siap pada sebuah idealisme kehidupan yang sesuai aturan dari Sang Pengatur kehidupan. Hidup tertib dan teratur, tidak menyimpang dari ajaran, terus bergerak namun tidak salah melangkah, berinovasi tiada henti, berprestasi dan berani mengukir nama dalam sebuah prasasti hidup dan sejarah masa depan. Berani untuk berbeda namun tetap berlandaskan pada azas kehidupan yang baik dan berketuhanan. Dewasa bukan sebuah hal yang menakutkan, tapi dewasa butuh sebuah komitmen agar menjadi hebat dan berbuah nikmat di surga.
Penulis: Ipin Sugiyarto, Alumni Universitas Nusa Mandiri.