News  

Viral, Perkataan Presiden Ghana Soal Lockdown

Cuitan Viral President Ghana

Milenianews.con, Jakarta – Mengambil keputusan untuk lockdown bukan lah hal yang mudah. Keputusan lockdown muncul saat wabah virus Corona melanda.

Memang, banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk menerapkan kebijakan tersebut, namun jika hanya masalah ekonomi yang terdampak, maka itu sangat perlu untuk dilakukan.

Presiden Ghana, Nana Addo Dankwa Akufo-Addo mengatakan, keputusannya menerapkan lockdown demi menyelamatkan nyawa masyarakat dari virus Corona. Jalan tersebut menjadi keputusan terbaik,”Meski saat ini negara kami sedang terpuruk dari sisi ekonomi,” katanya, Sabtu (28/3).

Baca Juga : Waktu yang tepat untuk Berjemur agar Efektif Tangkal Corona

Ungkapan Presiden Ghana menjadi Viral

Keputusan Presiden Ghana ini diambil setelah ada 137 orang dan 4 orang meninggal dunia karena terjangkit virus Corona di negaranya.

“Wilayah Metropolitan Accra dan Metropolitan Kumasi dan Tema akan di lockdown selama dua pekan kedepan yakni mulai Senin (30/03),” ujar Presiden Addo.

Pernyataan lockdown atau karantina wilayah secara parsial di tiga kota ini dinilai sangat berani. Bahkan banyak media yang menganggap keputusan Presiden Ghana ini sebagai suatu sikap yang luar biasa.

Ghana mulai Terapkan Social Distancing

Tapi Addo berujar bahwa ia lebih mengutamakan nyawa masyarakatnya daripada soal ekonomi yang tengah terpuruk. Pernyataannya pun sempat viral di Indonesia.

“Saya yakin perekonomian bisa dikembalikan tapi nyawa orang tidak bisa dikembalikan lagi”, ujar Presiden Ghana dikutip Ghanaweb, Minggu (29/03).

Selama masa karantina, warganya dilarang keluar rumah kecuali untuk kepentingan yang amat mendesak, seperti membeli makanan, obat, air, ke ATM atau toilet umum.

Semua sarana transportasi di dalam kota juga dihentikan kecuali kendaraan kargo dan warganya diminta untuk terapkan social distancing.

Baca Juga : Wabah Corona Paksa Masyarakat Siap Hadapi Era ‘5.0 Society’

Presiden Ghana sangat tahu bahwa keputusannya akan berimbas pada kemerosotan ekonomi di sana.

Tapi perekonomian bisa kembali dipulihkan namun nyawa orang yang telah meninggal karena terkena virus tidak dapat lagi dikembalikan. (Umi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *