Milenianews.com, New Delhi – Hampir 42 orang dilaporkan meninggal dunia dari kekerasan sporadis SARA yang terjadi di Ibu kota India, New Delhi.
Lebih dari 200 orang terluka saat kerusuhan terjadi pada Minggu lalu di sebagian besar wilayah berpenduduk muslim, disebelah timur laut New Delhi.
Kerusuhan tersebut menjadi kejadian terburuk yang terjadi pada dekade ini. Banyak orang tak menginginkan kejadian 1984 terulang kembali, saat lebih dari 3.000 orang Sikh terbunuh.
Baca Juga : Ledakan Bom Bunuh Diri Pada Acara Maulid Tewaskan Puluhan Orang
Perdana Menteri Narendra Modi dinilai memunculkan percikan kerusahan tersebut. Setelah politikus yang berasal dari Partai Bharatiya Janata (BJP) ini menyetujui UU CAB pada 2019 silam.
Selain itu, banyak juga pihak yang menilai, bahwa UU CAB ini sebagai agenda supremasi Hindu di bawah pemerintahan Modi yang berkuasa sejak hampir 6 tahun.
BJP sendiri merupakan partai yang berbasiskan ideologi fundamentalis Hindu. UU CAB sendiri isinya memuat bahwa warga non-muslim (Hindu) asal Bangladesh, Pakistan dan Afghanistan yang masuk ke India secara ilegal, bisa menjadi warga negara India.
Bagi warga Muslim India, UU tersebut memungkinkan mereka kehilangan kewarganegaraannya tanpa alasan.
Kisah Heroik Pria Sikh
Foto : Potret warga Muslim India yang mengalami kerusuhan SARA di New Delhi.
Seorang keluarga (ayah dan anak) orang Sikh, menceritakan kronologi kerusahan tersebut. Mohinder Singh dan putranya Inderjit Singh juga ikut membantu tetangga mereka menyelamatkan diri.
“Itu semua dimulai dengan orang-orang melantunkan Jai Shri Ram, dan mengangkat slogan-slogan yang memuji Perdana Menteri Narendra Modi dan menyerukan agar “pengkhianat” ditembak,” katanya kepada wartawan, dikutip India Times, Senin (2/3).
Singh dan anaknya menyelamatkan sekitar 80 Muslim saat kerusuhan terjadi. Mereka berdua menggunakan motor Bullet dan scooter untuk mengangkut secara bergilir tetangga muslim mereka ke lokasi yang aman.
Kedua Pria Sikh yang tangguh itu, melakukan 20 kali trip dalam sejam, untuk mengungsikan mereka ke tempat aman. “Saya tidak melihat Hindu atau Muslim,” ujar Singh.
Satu Polisi Terbunuh pada Kerusuhan tersebut
Foto : Terlihat dua orang polisi sedang mengamankan kerusuhan SARA yang terjadi di Ibu Kota India, New Delhi.
Umat Hindu yang rusuh, menjadikan suasana saat itu tidak terkendali. Mereka berpatroli di jalan-jalan secara berkerumunun sambil meneriakkan slogan-slogannya, dan membakar toko-toko juga rumah-rumah Muslim sampai membakar masjid.
Baca Juga : Pria Di India Dibunuh Karena Makan Didepan Laki-Laki Kasta Atas
Dikutip BBC, 200 orang yang terluka dibawa ke rumah sakit dan berebut untuk dirawat. Suasana kesemrawutan pun terlihat disana.
Petugas RS terlihat kewalahan menangani korban, termasuk korban luka tembak. Banyak dari mereka juga takut untuk pulang ke rumah. Selain itu, satu orang polisi terluka dan satu orang terbunuh. (Ikok)








